Jumat, 15 Mei 2026

Banjir Impor Pakaian Bekas Hancurkan IKM Dalam Negeri

Penulis : Yurieke Metriani
17 Mar 2023 | 11:10 WIB
BAGIKAN
Pedagang menunggu calon pembeli pakaian bekas yang di jual di Pasar Senen, Jakarta. (B-Universe Photo / Joanito De Saojoao)
Pedagang menunggu calon pembeli pakaian bekas yang di jual di Pasar Senen, Jakarta. (B-Universe Photo / Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Masifnya impor pakaian bekas telah berdampak besar terhadap ekosistem industri tekstil dari hulu hingga ke hilir industri. Hal ini disampaikan Ketua API Jemmy Kartiwa Sastraatmadja kepada tim Beritasatu.com, Kamis (16/3/2023). Menurut Jemmy, hal ini juga berdampak pada siklus jual-beli bahan baku industri tekstil dan memicu penurunan permintaan hasil produksi.

“Teman-teman industri kecil menegah (IKM) marketnya terganggu, otomatis tidak berbelanja bahan, yang akan berimbas terhadap utilisasi di industri sampai ke hulu. Utilisasi di sektor tekstil menjadi sangat rendah,” jelas Jemmy.

API menilai perdagangan pakaian bekas impor dapat menyebabkan IKM mengalami penurunan pendapatan dan ketersediaan lapangan pekerjaan.

"Pendapatan IKM boleh dikatakan mingguan dan mereka banyak mantan karyawan yang dulunya bekerja di garmen besar. Jadi, lapangan pekerjaan ini sangat dibutuhkan dan harus dijaga," kata Jemmy.

ADVERTISEMENT

Larangan impor pakaian bekas tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

"Aturannya sudah ada bahwa pakaian bekas itu dilarang untuk diimpor. Saat ini kalau kita lihat masih marak yang berjualan baju bekas impor di pasar tradisional dan juga marketplace, ini harus ditertibkan,” tambah Jemmy.

Jemmy berharap adanya penyempurnaan peraturan tata cara masuknya barang ke Indonesia.

“Peraturan sudah ada tinggal penegakkan hukum. Saat ini pakaian bekas pemeriksaannya post border, alangkah lebih baik pemeriksaan di border,” tutup Jemmy.

Tren impor baju bekas (thrifting) juga membawa dampak pada pelaku industri tekstil, salah satunya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengatakan larangan Presiden Joko Widodo yang dengan tegas melarang impor bahan bekas sangat melindungi usaha UMKM.

“Sebenarnya ini sudah isu lama tetapi tidak dibenahi. Saya lihat hal-hal ini yang kita perlu cepat dan gesit. Mungkin kementerian terkait harus tanggap untuk tidak terjadi lagi berulang-ulang di kemudian hari,” kata Iwan.

Tidak hanya tekstil, lanjut Iwan, saat ini semua industri turut terdampak, di mana mayoritas atau rata-rata di bawah 50 persen produksinya.

“Impor tekstil tidak benar, permainan HS Number harus dibereskan,” tambahnya.

Iwan berharap pemerintah harus mempunyai suatu preferensi ke produk Indonesia dan diharuskan made in Indonesia dari hulu sampai hilir.

“Jangan cuma kita beli bahan baku cuma dijahit. Itu juga sama, tidak memecahkan masalah. Harus dibuat, disaksikan, harus dijaga. Jangan ambil jalan pintas impor lalu dilabeli atau bahan bakunya dijahit di sini. Jadi proses TKDN ga jelas. Ini juga penting. TKDN harus jelas sejelasnya,” tutup Iwan.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia