Jumat, 15 Mei 2026

Ada 140 Juta Unit, Pasar Kendaraan Listrik Indonesia Menjanjikan    

Penulis : Rangga Prakoso
29 Mar 2023 | 14:35 WIB
BAGIKAN
Bekerja sama dengan BYD Auto, VKTR telah mengembangkan bus listrik yang dirancang untuk kinerja optimal untuk melayani jaringan Bus Rapid Transit (BRT) terpanjang di dunia, Transjakarta. (Foto ilustrasi: Perseroan)
Bekerja sama dengan BYD Auto, VKTR telah mengembangkan bus listrik yang dirancang untuk kinerja optimal untuk melayani jaringan Bus Rapid Transit (BRT) terpanjang di dunia, Transjakarta. (Foto ilustrasi: Perseroan)

JAKARTA, Investor.id -  PT VKTR Teknologi Mobilitas memproyeksikan pasar kendaraan listrik di Indonesia sangat menjanjikan. Prospek ini dihitung dari besarnya populasi kendaraan berbahan bakar minyak mencapai 140 juta unit. Lambat laun kendaraan tersebut akan tergantikan dengan kendaraan listrik. 

Direktur Utama VKTR Teknologi Mobilitas Gilarsi Wahju Setijono mengatakan, populasi kendaraan mencapai 140 juta unit, yaitu terdiri atas sepeda motor sebanyak 115 juta unit, mobil penumpang sebanyak 15 juta unit, dan mobil barang sekitar 5 juta unit. Sisanya bis sebanyak 233 ribu unit. 

"Populasi kendaraan Indonesia yang berpotensi digantikan kendaraan listrik hampir 140 juta unit. Kalau pun berinvestasi hari ini, its not too late. We better do it now, dibandingkan tidak berinvestasi dan orang lain yang mengambil pasar kita. ini ruang luar biasa besarnya," kata Gilarsi dalam acara diskusi bertajuk Strategi Mencapai Target Investasi 2023 dengan Mendorong Hilirisasi, yang diselenggarakan Kementerian Investasi/BKPM bekerja sama dengan Investor Daily dan B-Universe di Jakarta, Rabu (29/3/2023).

ADVERTISEMENT

Gilarsi menceritakan, perusahaannya mulai memperkenalkan bis elektrik pada 2018. Kala itu sedang berlangsung gelaran acara IMF dan World Bank di Bali. Momentum tersebut berjalan sukses yang membuat Pemda DKI Jakarta tertarik memboyong bis elektrik beroperasi di Jakarta.

Namun kala itu pengoperasian bis elektrik terbentur dengan regulasi. Pasalnya, belum ada regulasi yang mengakomodir kendaraan listrik mengaspal di Ibukota. Akibatnya bis elektrik kala itu belum mengantongi STNK maupun pelat nomor kendaraan. Dibutuhkan waktu sekitar dua tahun bagi Pemda DKI Jakarta untuk merevisi peraturan yang ada. 

"2021 baru jualan dan 52 unit sudah terjual di Transjakarta," ujarnya.

Bis elektrik besut VKTR, menurut dia, menggunakan baterai berbasis Lithium Ferro Phosphat (LFP). Baterai ini mampu menempuh jarak hingga 340 kilometer untuk sekali pengisian daya. Namun Transjakarta hanya menggunakan 80% kemampuan baterai atau sekitar 240 kilometer. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 50 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia