Jumat, 15 Mei 2026

Incar Pendapatan Tambahan, Indosat-Tech Mahindra Kerja Sama Hadirkan CoE Lab

Penulis : Emanuel Kure
26 Apr 2023 | 19:12 WIB
BAGIKAN
Indosat dan Tech Mahindra Luncurkan Center of Excellence (CoE) Lab  di Jakarta. (IST)
Indosat dan Tech Mahindra Luncurkan Center of Excellence (CoE) Lab di Jakarta. (IST)

JAKARTA, investor.id - PT Indosat Tbk atau dikenal sebagai Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) dan Tech Mahindra, teknologi informasi dan jasa keuangan dari India, berkolaborasi untuk menghadirkan Google Cloud Smart Analytics dan Center of Excellence (CoE) Lab di Jakarta. Kerja sama tersebut diharapkan bias membuka potensi pendapatan baru.

CoE Lab akan berfokus pada pengembangan solusi inovatif dengan memanfaatkan teknologi generasi berikutnya, yakni teknologi seluler generasi kelima (5G), edge computing, data analytics, internet of things (IoT), realitas tertimbang (augmented reality/AR), dan realitas virtual (virtual reality/VR).

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, Indosat memposisikan diri sebagai kolaborator utama dalam mempercepat transformasi digital bangsa Indonesia.

ADVERTISEMENT

“Kami sangat antusias untuk meluncurkan CoE Lab sebagai kolaborasi dari dua merek global yang menciptakan platform untuk use case baru yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggan. Indosat dapat memanfaatkannya untuk memperluas kemampuan dan manfaat bagi pelanggan enterprise," ujar Vikram di Jakarta, Rabu (26/4/2023).

Menurut dia, kemitraan tersebut akan menggabungkan keahlian teknologi Tech Mahindra, ML Google Cloud, dan kemampuan conversational AI di Dialogflow dan BigQuery, serta kekayaan intelektual (IP) Tech Mahindra.

Kerja sama tersebut akan ditopang oleh akselerator internal yang disesuaikan untuk membantu penyedia layanan komunikasi (communications service providers/CSP) melibatkan pelanggan dengan lebih baik melalui pengalaman berbasis data, memodernisasi platform bisnis, dan mencapai efisiensi operasional dari migrasi ke cloud data yang benar-benar terbuka.

“Ini akan memungkinkan pelanggan untuk mempercepat perjalanan cloud data saat mereka beralih ke masa depan yang mengutamakan digital,” imbuhnya.

Lab tersebut akan menyediakan analitik cerdas untuk CSP yang memungkinkan menghasilkan peluang pendapatan tambahan melalui pengalaman dan penawaran yang sangat dipersonalisasi sepanjang perjalanan pelanggan.

Lab juga akan memungkinkan perusahaan untuk memigrasikan kumpulan data besar dengan aman dan mulus untuk memperkuat pengambilan keputusan di bidang-bidang segmentasi pelanggan, pengukuran efektivitas pengalaman, pengurangan churn pelanggan.

Bahkan, lab tersebut berpotensi mengurangi waktu dan sumber daya yang terkait dengan pelatihan model machine learning (ML) dan artificial intelligence (AI) untuk aplikasi bisnis. CoE ini juga akan fokus untuk memenuhi kebutuhan bisnis pasar telekomunikasi dan perusahaan (enterprise) di kawasan Asia Tenggara.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia