Indonesia Gandeng Empat Negara, Standarisasi Baterai Kendaraan Listrik
“Mestinya, global mengarah pada standar baterai EV yang seragam. Industri pasti butuh standarisasi, sehingga konsumen akan tenang membeli produknya, karena ada jaminan bahwa komponen yang dibutuhkan pasti bisa didukung oleh pemasok lain,” kata Leonardo.
Matangkan Teknologi
Pada kesempatan yang sama, Manajer Kemitraan NCSTT Bentang Arief Budiman mengatakan, kolaborasi berbagai negara Asean ini juga bertujuan untuk lebih mematangkan teknologi baterai EV.
Baca Juga:
Pendapatan Metland (MTLA) Naik 30%“Baterai EV itu teknologinya belum selesai, belum matang, karena densitas energi yang masih rendah. Kita sedang berlomba-lomba bagaimana agar densitas energinya tinggi, minimal setara dengan mesin pembakaran internal dan kalau bisa pengisian dayanya juga cepat, tidak berjam-jam,” kata dia.
Pertemuan mengenai teknologi baterai EV pertama di Asean yang diselenggarakan hingga Kamis (11/05/2023) ini diharapkan mampu menciptakan berbagai peluang baru, gagasan-gagasan inovatif, dan pertukaran pengetahuan di antara para profesional, akademisi, dan pembuat kebijakan dari negara-negara Asean. Sementara di Indonesia, inkubasi riset dan penelitian mengenai baterai tersebut akan dilaksanakan di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).
Tanggapi Kritikan
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi kritikan soal pemberian subsidi kendaraan listrik yang dinilai kurang tepat sasaran. Menurut Luhut, kebijakan untuk mendukung adopsi kendaraan listrik itu juga dilakukan banyak negara di dunia, bukan hanya di Indonesia.
“Sebenarnya mengenai mobil listrik ini, sudah ada studi yang komprehensif. Saya kira seluruh dunia, bukan hanya kita, jadi jangan melawan arus dunia juga. Siapa yang berkomentar suruh dia datangi saya langsung, biar saya jelaskan bahwa tidak benar omongannya,” kata dia di Jakarta, Selasa (09/05/2023).
Buka Lapangan Kerja
Sedangkan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan industri kendaraan listrik harus dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari satu sisi. Terlebih, sebagai komunitas global, Indonesia mempunyai komitmen zero emission pada 2060.
Agus mengungkapkan, pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik akan membuka lapangan kerja yang cukup besar bagi rakyat Indonesia. Selain itu, bermanfaat untuk mendorong program hilirisasi nikel yang tengah dijalankan pemerintah.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






