Kuartal I-2023, Ekspor Minyak Sawit RI Turun 15,51%
JAKARTA, investor.id – Nilai ekspor minyak sawit nasional pada kuartal I-2023 hanya US$ 7,71 miliar, atau turun 15,51% dibanding periode sama 2022 yang sebesar US$ 9,13 miliar. Merosotnya kinerja ekspor itu seiring anjloknya rerata harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) CIF Rotterdam hingga 34,97% menjadi US$ 1.017 per ton pada Januari-Maret 2023 dibanding periode sama 2022 yang sebesar US$ 1.564 per ton.
Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono mengatakan, realisasi total ekspor minyak sawit Indonesia pada Januari-Maret 2023 naik 26,95% menjadi 8,49 juta ton dibandingkan periode sama 2022 yang hanya 6,69 juta ton. Namun demikian, dalam catatan Gapki sebelumnya, terjadi penurunan harga CPO CIF Rotterdam yang cukup dalam hingga 34,97% pada kuartal I-2023 dibanding periode sama 2022.
“Rerata harga CPO CIF Rotterdam pada Maret 2023 misalnya hanya US$ 1.030 per ton, dengan volume ekspor 2,64 juta ton maka nilainya setara US$ 2,26 miliar. Dengan begitu, total nilai ekspor hingga Maret 2023 mencapai US$ 7,71 miliar,” ungkap Mukti dalam keterangan Gapki yang dikutip Jumat (12/05/2023).
Produksi minyak sawit nasional pada Maret 2023 mengalami kenaikan musiman sekitar 12% dari Februari 2023 menjadi 4,35 juta ton untuk CPO dibanding bulan sebelumnya 3,88 juta ton dan 413 ribu ton untuk minyak kernel (palm kernel oil/PKO) dari 369 ribu ton pada bulan sebelumnya. Berlawanan dengan produksi, ekspor justru turun dari 2,91 juta ton pada Februari 2023 menjadi 2,64 juta ton pada Maret 2023.
Penurunan terbesar terjadi pada produk olahan minyak sawit yang turun dari 2,25 juta ton pada Februari 2023 menjadi 1,88 juta ton pada Maret 2023. Menurut negara tujuannya, penurunan ekspor terjadi untuk Tiongkok (turun 242.800 ton), Mesir dan Timur Tengah (turun 129.400 ton), Bangladesh (turun 50.500 ton), India (turun 68.300 ton), Belanda (turun 54.900 ton), juga Malaysia. Kenaikan ekspor terjadi untuk tujuan Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Rusia, dan Pakistan.
Penurunan ekspor minyak sawit Maret 2023 dibanding Februari 2023 itu menyebabkan nilai ekspor juga merosot dari US$ 2,69 miliar pada Februari 2023 menjadi US$ 2,26 miliar pada Maret 2023, meskipun harga CPO CIF Rotterdam untuk Maret 2023 adalah US$ 1.030 per ton atau lebih tinggi 3,2% dibanding Februari 2023 sebesar US$ 997 per ton.
Berbeda dengan harga minyak sawit, harga minyak utama lain untuk Maret 2023 justru mengalami penurunan masing-masing sebesar 9,9% untuk minyak kedelai Ditch FOB Ex mill, lalu 9,4% untuk minyak biji bunga matahari FOB NW Europe, dan 12,1% untuk minyak rapeseed Dutch FOB Ex mill.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






