2024, Indonesia Mulai Ekspor Mobil Listrik dan Baterai EV
JAKARTA, Investor.id – Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memproduksi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) berupa mobil listrik sekaligus baterai.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia sudah meneken kontrak kerja sama produksi baterai listrik dengan perusahaan asal Korea Selatan, LG dan Hyundai.
Bahlil mengungkapkan 10 giga watt hour (GWH) baterai kini tengah diproduksi oleh Indonesia bekerja sama dengan LG dan Hyundai. Bahlil mengungkapkan, investasi di bidang baterai ev hanya satu dari beberapa minat Korea Selatan untuk berinvestasi di Indonesia.
"Investasi korea semakin hari semakin baik, semakin banyak di Indonesia, dan salah satu di antaranya adalah ekosistem terhadap mobil baterai dan baterai mobil. Jadi tahun 2024, Indonesia adalah negara Asia Tenggara pertama yang memproduksi mobil baterai dgn baterai sekaligus, jadi kita tahun depan itu 10 giga tahap pertama dari LG dan Hyundai itu sudah produksi, tahun depan," jelas Bahlil ketika ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin siang (15/5/2023).
Selain investasi baterai EV, 16 orang delegasi asal Korea Selatan yang dipimpin oleh Menteri Pertanian Korea Selatan juga mendiskusikan peluang Indonesia dalam mengekspor produk agrikultur. Bahlil menyebut salah satu yang saat ini sedang dijajaki oleh pemerintah adalah kemungkinan Indonesia mengekspor buah-buahan ke Korea Selatan. Kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan neraca perdagangan.
"Menyangkut dengan hubungan kerja sama di sektor pertanian, Bapak Presiden meminta agar
Korea membuka untuk kita mengekspor buah-buahan, jeruk dan macam-macam. Yang kedua adalah meningkatkan neraca perdagangan, dan neraca perdagangan kita sekarang sudah naik US$ 300 miliar," ungkap Bahlil.
Presiden Joko Widodo menerima kedatangan 16 delegasi Korea Selatan di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin siang (15/5/2023). Turut mendampingi presiden, hadir Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Duta Besar Indonesia untuk Korsel, Gandi Sulistiyanto. Kunjungan delegasi Korea Selatan ke Istana ini merupakan salah satu kegiatan untuk melanjutkan hubungan diplomatik Indonesia dan Korea Selatan yang akan segera mencapai 50 tahun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






