Jumat, 15 Mei 2026

26% Laba Bersih Saraswanti Indoland Development untuk Dividen

Penulis : Edo Rusyanto
5 Jun 2023 | 08:32 WIB
BAGIKAN
Manajemen PT Saraswanti Indoland Development Tbk berencana membagikan dividen tunai Rp 5,86 miliar untuk tahun buku 2022.
Manajemen PT Saraswanti Indoland Development Tbk berencana membagikan dividen tunai Rp 5,86 miliar untuk tahun buku 2022.

Jakarta, Investor.id – Emiten properti, PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SID) membagikan dividen tunai Rp 5,86 miliar untuk tahun buku 2022. Angka itu setara dengan sekitar 26% dari laba bersih tahun 2022.

Keputusan itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) emiten berkode saham SWID itu di Yogyakarta, 31 Mei 2023.

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis dan Sekretaris Perusahaan SWID, Agung Cucun Setiawan, di tengah tekanan pandemi Covid-19, pihaknya masih mampu mencetak kinerja cukup baik.

Dividen yang dibagikan itu diambil dari laba bersih perseroan tahun 2022 yang sebesar Rp 22,87 miliar. “Padahal, target laba bersih kami pada 2022 sebesar hanya sebesar Rp 9,3 miliar,” tutur dia dalam keterangan tertulis, Senin (5/6/2023).

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, laba bersih tahun berjalan tersebut meningkat 10,46% dibandingkan laba bersih periode yang sama 2021 sebesar Rp 20,7 miliar.

Naiknya laba bersih tak terlepas dari kemampuan SWID mengerek pendapatan 6,44%, yakni dari Rp 127,3 miliar menjadi Rp 135,5 miliar pada 2022.

Selama 2022, perseroan juga berhasil mencatatkan penurunan utang bank dari Rp 82,6 miliar menjadi Rp 58,5 miliar atau turun 29,4%.

"Hingga akhir 2023, perseroan memerkirakan total utang bank akan terus turun menjadi sebesar Rp37,7 miliar atau turun 35,6% dari posisi per 31 Desember 2022," ujar Cucun.

Tahun lalu, jelas dia, perseroan memiliki likuiditas keuangan yang sangat baik. Bahkan, meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini ditunjukkan oleh rasio lancar sebesar 3,42 di tahun 2022 dan 2,01 di tahun 2021. Rasio utang terhadap ekuitas sebesar 0,50x dibandingkan 1,17x pada 2021.

Di sisi lain, kata Cucun, berdirinya hotel-hotel baru menuntut SWID selalu menjaga kinerja operasional dan tampilan hotel-hotel yang dimilikinya. Perseroan optimistis akan mampu bersaing karena keuntungan lokasi, kualitas produk, dan kesempatan pemasaran.

"Perseroan juga secara intensif melakukan pemeliharaan hotel serta selalu memberikan suasana dan tampilan yang baru untuk para tamu," ujar dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia