Tertinggi Sepanjang Masa, Laba ASDP Tembus Rp 585 Miliar
JAKARTA, investor.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencetak laba 2022 sebesar Rp 585 miliar. Angka tersebut merupakan laba tertinggi sepanjang masa. Sedangkan untuk pendapatan tercatat sebanyak Rp 4,381 triliun.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi menjelaskan, pendapatan 2022 telah melampaui dari total pendapatan dalam kondisi normal sebelum Covid-19 di tahun 2019 sebesar Rp 3,328 triliun dan naik 23,4% dibanding realisasi tahun 2021 sebesar Rp 3,550 triliun. Sementara untuk raihan laba bersih, mencapai 220,8% dari target, dan mengalami pertumbuhan 79,4% dari laba 2021 sebesar Rp 326 miliar.
“Capaian laba bersih 2022 ini, lagi-lagi ASDP berhasil mencetak laba tertinggi sepanjang sejarah sejak ASDP berdiri," ungkap Ira dalam keterangannya, Jumat (16/6/2023).
Ira memaparkan, peningkatan laba tersebut sejalan dengan Langkah manajemen melakukan terobosan operasional dan keuangan pasca pandemi Covid-19. Ada tiga faktor utama yang berkontribusi atas pencapaian ini. Pertama, dari sisi eksternal, adalah dampak pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan oleh pemerintah.
“Sehingga, selama 2022, khususnya periode layanan Angkutan Lebaran dan Natal Tahun Baru, pergerakan penumpang dan kendaraan telah kembali normal, dan terus menunjukkan kenaikan," tutur Ira.
Bahkan, lanjut dia, pelonggaran pergerakan kendaraan dan penumpang pasca pandemi Covid-19 diperkuat dengan telah dilakukan pencabutan PPKM oleh Pemerintah pada tanggal 30 Desember 2022 sehingga masyarakat lebih leluasa dalam melakukan perjalanan. Faktor kedua adalah faktor internal, antara lain dengan pembenahan operasional dan perbaikan bisnis proses yang makin efektif dan efisien, termasuk digitalisasi ticketing di seluruh pelabuhan ASDP. Skema bisnis kemitraan B to B juga berperan penting dalam kinerja ini.
Dari sisi eksternal, lanjut dia, yang juga menjadi pendorong adalah adanya penyesuaian sejumlah tarif penyeberangan pada bulan Oktober tahun 2022-termasuk yang sudah tidak naik selama 4 tahun. Penyesuaian tarif ini merupakan bukti komitmen Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan bisnis angkutan penyeberangan laut pasca kenaikan beberapa komponen penyusun tarif, harga energi dan juga untuk peningkatan layanan pelanggan.
Menurut Ira, pencapaian kinerja positif tahun 2022 turut dikontribusikan kinerja penyeberangan baik produksi perintis dan komersial (gabungan) antara lain produksi penumpang mencapai sebanyak 7,6 juta orang atau naik sebesar 66% dibandingkan realisasi 2021 sebanyak 4,6 juta orang.
Baca Juga:
Carsurin (CRSN) IPO, Segini LabanyaKemudian, kendaraan roda 2 dan 3 sebanyak 4,1 juta unit atau 66% dari realisasi 2,5 juta unit, kendaraan roda 4 atau lebih mencapai 4,4 juta unit atau naik 48% dibandingkan realisasi 2021 sebanyak 2,9 juta unit, dan barang mencapai 1,3 juta ton atau turun 47% bila dibandingkan realisasi tahun 2021 sebanyak 2,4 juta ton.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






