Daya Ekonomi Jalur Pansela Kian Menyala
19 Jun 2023 | 09:00 WIB
JAKARTA, investor.id – Kehadiran Jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa diyakini bakal mengurai masalah aksesibilitas dan konektivitas yang selama ini dianggap menjadi salah satu penyebab utama ketertinggalan ekonomi kawasan selatan Pulau Jawa. Dengan adanya aksesibilitas dan konektivitas tersebut, berbagai potensi ekonomi muncul atau menguat. Alhasil, kesempatan wilayah di sepanjang jalur Pansela untuk mengejar ketertinggalan ekonomi dari wilayah jalur utara dan tengah Jawa makin terbentang.
Di jalur yang menghubungkan Kabupaten Serang di Banten dan Kabupaten Bayuwangi di Jawa Timur dengan panjang sekitar 1.543,53 kilometer tersebut, pariwisata dinilai sebagai sektor ekonomi yang paling potensial untuk dikembangkan. Sektor lainnya adalah perikanan; pertanian; perdagangan; industri; perekonomian lokal, industri kreatif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), properti, maupun sektor jasa.
Keberadaan Jalur Pansela Jawa yang ditargetkan rampung 2024 akan memberi dampak ke penciptaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, dan peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) secara signifikan. Hanya saja, hal itu masih membutuhkan sejumlah dukungan tambahan dari pemerintah, baik infrastruktur fisik maupun nonfisik seperti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia (SDM).
Direktur Regional I Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Abdul Malik Sadat menyatakan, keberadaan jalur ini memudahkan akses wisatawan untuk menjelajahi dan mengunjungi destinasi wisata di pantai selatan yang berbasis ekowisata. “Dengan terhubungnya jalur ini secara penuh, diperkirakan jumlah wisatawan yang datang akan meningkat, serta memberikan peluang investasi baru dalam industri pariwisata,” ujar Abdul Malik kepada Investor Daily, Sabtu (17/06/2023).
Ia merinci, beberapa contoh dari potensi ekowisata yang terdapat di jalur Pansela antara lain Taman Nasional Ujung Kulon dan Pantai Sawarna di Banten, Pantai Pelabuhan Ratu dan Pantai Pangandaran di Jawa Barat, Pantai Teluk Penyu, Pantai Menganti dan Pantai Karangbolong di Jawa Tengah, Pantai Parangtritis, Pantai Glagah, Pantai Wediombo, dan beberapa desa wisata di DI Yogyakarta, serta Pantai Prigi dan Pantai Klayar di Jawa Timur.
Dampak ke sektor pariwisata itu bahkan mulai dirasakan di beberapa segmen ruas Jalur Pansela yang telah tuntas pengerjaannya seperti di Kabupaten Cilacap pada 2016. Di kabupaten paling barat pesisir selatan Jawa Tengah itu terjadi peningkatan pendapatan dari wisatawan yang mengunjungi Pantai Teluk Penyu, dari Rp 1,07 miliar di tahun 2016, menjadi Rp 1,34 miliar di tahun 2018.
“Kondisi peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata secara umum juga terjadi di beberapa kabupaten lain yang dilalui Jalur Pansela. Sehingga, pembangunan Jalur Pansela akan memiliki dampak positif dan sejalan dengan arah kebijakan pengembangan wilayah di pesisir selatan Pulau Jawa sebagai kawasan ekowisata,” ucap Abdul Malik.
Menurut dia, karena memfasilitasi pergerakan barang dan mempermudah aktivitas perdagangan, pembangunan Jalur Pansela akan membuat rantai pasok makin efisiens dan potensi pengembangan pelabuhan-pelabuhan yang ada meningkat. “Jalur Pansela Jawa menghubungkan berbagai kota dan pelabuhan penting di selatan Pulau Jawa, beberapa memiliki fungsi sebagai pelabuhan perikanan serta pelabuhan perdagangan.
Bahkan, kata Abdul Malik, keberadaan Jalur Pansela meningkatan nilai penangkapan ikan laut di Kabupaten Cilacap yang pada 2016 baru Rp 280,36 miliar, meningkat menjadi Rp 404,44 miliar pada tahun 2018. “Pelabuhan Tanjung Intan di Cilacap juga menjadi pelabuhan perdagangan yang berperan menyelenggarakan kegiatan perdagangan baik dalam negeri maupun ekspor-impor, dengan jenis komoditas bahan bakar minyak (BBM), batu bara, pasir besi, pupuk, dan semen,” papar dia.
Sepanjang ruas-ruas Jalur Pansela Jawa, lanjut Abdul Malik, potensi peningkatan perekonomian lokal juga meningkat melalui pemasaran produk olahan lokal pada tempat peristirahatan (rest area). “Beberapa kabupaten di pesisir selatan Pulau Jawa memiliki komoditas unggulan yang menghasilkan produk olahan turunan yang menjadi ciri khas dari suatu daerah,” ungkap dia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

