Jumat, 15 Mei 2026

AS Selidiki Laporan Kehilangan Daya pada Ford Explorer

Penulis : Happy Amanda Amalia
24 Jun 2023 | 23:44 WIB
BAGIKAN
Logo Ford dipamerkan di Frankfurt Motor Show (IAA) di Jerman pada 10 September 2019. (FOTO: REUTERS/Wolfgang Rattay)
Logo Ford dipamerkan di Frankfurt Motor Show (IAA) di Jerman pada 10 September 2019. (FOTO: REUTERS/Wolfgang Rattay)

WASHINGTON, investor.id – Regulator keselamatan mobil di Amerika Serikat (AS) menyampaikan pada Sabtu (24/06/2023) sedang menyelidiki kasus penarikan (recall) sebanyak 710.000 unit tipe SUV Explorer dari produksi Ford Motor. Penyelidikan ini bertujuan menentukan, apakah perbaikannya memadai.

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mencatat, produsen mobil nomor dua di Negeri Paman Sam itu telah mengeluarkan penarikan penarikan pada April 2022 dan Maret 2023 atas model SUV Ford Explorer 2020-2022, untuk mengatasi baut pemasangan horizontal gandar belakang yang dapat patah dan menyebabkan poros penggerak terputus.

Sebelumnya Ford mengatakan, penarikan kembali bertujuan mengatasi as roda (driveshaft) yang terputus, yang dapat menyebabkan kendaraan terguling saat berada di 'Park' tanpa rem parkir, sehingga meningkatkan risiko tabrakan.

ADVERTISEMENT

Namun belum ada komentar yang keluar dari Ford untuk merespons langkah penyelidikan pada Sabtu. Meski demikian, pada Maret 2023, Ford mengatakan tidak mengetahui adanya kasus kecelakaan atau cedera yang terkait dengan masalah penarikan tersebut.

“Perbaikan yang dilakukan Ford, adalah dengan menambahkan pembaruan perangkat lunak yang secara otomatis menerapkan rem parkir servis elektronik untuk mencegah kendaraan terguling,” ujar lembaga tersebut, dilansir Reuters.

Ditambahkan juga oleh NHTSA bahwa tidak ada solusi untuk mengatasi baut pemasangan horizontal gandar belakang yang gagal, “yang merupakan dasar dari masalah keselamatan ini dan penyebab gangguan pada kendaraan.”

Menurut NHTSA, pihaknya telah menerima dua keluhan yang menyatakan soal kehilangan daya/tenaga atau torsi transmisi di roda belakang pada kendaraan Explorer yang telah menerima perbaikan.

Salah satu mengeluhkan kepada NHTSA bahwa setelah mendapatkan pembaruan perangkat lunak, “kendaraan akan secara tiba-tiba mengerem hingga berhenti saat mengemudi. Hal ini terjadi beberapa kali dengan tiga pengemudi yang berbeda (saya, istri, dan anak saya), masing-masing terjadi pada kecepatan 30-35 miles per hour (mph) atau kurang.”

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia