Jumat, 15 Mei 2026

PGN Cari Investor untuk Garap Proyek Biomethane

Penulis : Rangga Prakoso
6 Jul 2023 | 06:15 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk
Ilustrasi Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk

JAKARTA, investor.id – PT PGN Tbk melakukan upaya dekarbonisasi industri kelapa sawit melalui proyek Biomethane Plant Development. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan Net Zero Emission (NZE) 2060. Subholding Gas Pertamina itu membuka peluang kerjasama untuk 3 sampai 4 proyek Biomethane Plant Development di Sumatera. Total biaya proyek ini mencapai US$ 20 juta, dengan biaya sekitar US$ 4 – 5 juta untuk masing-masing proyeknya.

Pemanfaatan biometana berpotensi untuk menggantikan bahan bakar minyak yang berasal dari fosil, sekaligus mengatasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah cair tersebut. Selain itu, proyek ini juga merupakan diversifikasi bisnis PGN dengan menghasilkan biometana sebagai energi bersih.

Proses ekstraksi minyak sawit mentah menghasilkan Palm Oil Mill Effluent (POME) dengan jumlah 0,5 – 0,75 m3/ton buah. Dalam proyek biometana PGN akan memanfaatkan POME untuk menghasilkan biogas. Melalui pengolahan lebih lanjut dari biogas, biometana kemudian dikompresi menjadi Compressed Natural Gas (CNG) untuk didistribusikan ke pelanggan industri, rumah sakit, hotel, dan pusat perbelanjaan.

Memiliki karakteristik yang mirip dengan gas bumi, biometana juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan, generator listrik dan pemanas. Biometana juga lebih baik dalam hal jejak karbon.

ADVERTISEMENT

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Harry Budi Sidharta menyampaikan kapasitas dari produksi biometana ini mencapai angka 432.000 MMBTU/tahun. PGN pun akan memungkinkan pengangkutan biometana dari Sumatera ke offtaker potensial di area Jawa dan Sumatera dengan menggunakan jaringan pipa gas.

“Proyek ini akan berlokasi di Sumatera, daerah sebagian besar perkebunan kelapa sawit berada. PGN memiliki pipa gas transmisi di Sumatera, maka kami akan mengupayakan pengangkutan biometana ini menggunakan jaringan pipa gas dari Sumatera ke area Jawa dan Sumatera,” kata Harry di Jakarta, Rabu (05/07/2023).

Harry menuturkan proyek Biomethane Plant Development ditargetkan akan selesai pada akhir 2023. Dengan melakukan kerjasama untuk proyek ini, partner eksternal dapat memperoleh keuntungan dari Internal Rate of Return (IRR) dan juga jaminan permintaan oleh pelanggan.

“Ini merupakan kesempatan untuk mengembangkan biometana sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, Atep Salyadi Dariah Saputra menjelaskan bahwa Pertamina Group mendukung penuh upaya pemerintah dalam mencapai net zero emision 2060. "Pertamina juga mengupayakan agar kinerja perusahaan dapat membantu terwujudnya NZE 2060," ujarnya.

PGN bersama Subholding Pertamina lainnya menyampaikan peluang dan gagasan proyek strategis yang ramah lingkungan termasuk proyek biometana saat Pertamina Investor Day 2023 di Jakarta pada 3-4 Juli 2023.

Harry menambahkan, bahwa saat ini PGN sedang mengupayakan agar terminal LNG Arun dapat menjadi LNG Hub leader di Asia. Hal ini mengingat adanya potensi kebutuhan LNG storage yang besar di Asia – Pasifik. Langkah yang dilakukan saat ini adalah memaksimalkan kapasitas storage di Arun  dengan melakukan revitalisasi tangki F-6004 yang idle sejak tahun 2004. Ke depannya akan dilakukan penambahan kapasitas dengan investasi pembangunan storage baru hingga kapasitas bisa meningkat hingga dua kali lipat. Harry pun mengajak pihak eksternal untuk dapat melakukan kerjasama dalam mendukung proyek strategis ini.

“LNG merupakan masa depan bisnis kita, dan PGN terbuka untuk strategic partners,” Pungkas Harry.

Pertamina Investor Day

Sebelumnya, Pertamina menggelar "Pertamina Investor Day 2023" untuk membangun networking antara Pertamina Holding, Subholding, anak perusahaan dan afiliasinya dengan para potensial investor maupun partner sehingga diharapkan bisa terjalin kolaborasi yang menghasilkan mutual benefit bagi kedua belah pihak.

Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta yang hadir secara offline maupun daring. Para peserta terdiri dari para bonholders, investor, sektor perbankan, lenders, rating agency, business partner hingga potential partner Pertamina.

VP Investor Relations Juferson Victor Mangempis menyampaikan guna mencapai aspirasi Pertamina mencapai nilai pasar US$ 100 billion, Pertamina membutuhkan kolaborasi dan kegiatan ini digelar untuk membangun network di Pertamina Group sehingga bisa terjalin suatu kolaborasi.

"Pertamina memiliki aspirasi luar biasa untuk mencapai nilai pasar US$ 100 billion dan tentunya hal tersebut tidak dapat dilakukan hanya oleh Pertamina sendirian, maka Pertamina membutuhkan investor dan juga partner,” ujarnya.

Menurut Juferson kegiatan ini bertujuan mempertemukan para partner dan investor yang memang selama ini sudah bekerja sama dengan Pertamina sehingga mereka bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak dan langsung dari direksi Pertamina.

Kegiatan ini disambut baik oleh Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina, A.Salyadi Dariah Saputra yang mengatakan bahwa Pertamina memiliki berbagai strategi inisiatif yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari para partner dan investor.

"Kami memiliki berbagai strategi inisiatif untuk masa mendatang, hal ini tidak bisa hanya kami lakukan sendiri dan tentunya membutuhkan kolaborasi. Jadi menurut saya kegiatan ini sangat penting bagi Pertamina agar bisa berbagi dengan semua partner dan investor yang hadir berupa opportunity partnership di masa mendatang. Diharapkan hal ini bisa membuka kesempatan kerja sama, sekaligus membuat semua yang hadir di kegiatan ini bisa memahami Pertamina lebih baik lagi," ujarnya.

Di kesempatan yang sama Direktur Keuangan Emma Sri Martini mengapresiasi kegiatan ini dengan meyakini bahwa transformasi yang dilakukan Pertamina sejauh ini diharapkan bisa menghasilkan output nyata bagi Pertamina.

"Pertamina telah melakukan transformasi dan saat ini memiliki 6 Subholding, hal ini diharapkan semakin memudahkan terjalinnya kolaborasi dengan investor atau partner. Melalui kegiatan ini diharapkan Pertamina bisa sukses mendapatkan output dan ada follow up setelah kegiatan ini". ungkap Emma.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menegaskan komitmen Pertamina dalam pengembangan bisnis dan senantiasa membuka peluang untuk kerja sama dalam mewujudkan kolaborasi yang bersifat mutual benefit dengan mitra bisnis.

"Kami membuka peluang untuk berkolaborasi dan mengajak mitra Pertamina untuk semakin solid dan berkembang bersama untuk mencapai nilai pasar US$ 100 miliar," kata Fadjar.

Hal senada juga disampaikan oleh Bayong C.Wibowo, Technical Commercial Advisor SINOPEC. "Ini pertama kalinya saya menghadiri Pertamina Investor Day dan saya cukup surprising dan excited untuk hadir di acara ini. Kesan saya terhadap acara ini adalah memberikan peluang yang besar untuk kami bertemu para pimpinan dan rekan-rekan di Pertamina. Kami punya passion atau minat yang sama untuk mengembangkan migas dan mungkin bisa ada hal berupa partnership yang dapat bersama-sama dengan Pertamina untuk mengembangkan energi security di Indonesia," tuturnya.

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia