Jumat, 15 Mei 2026

ASITA Bali: Eropa dan Australia masih Penyumbang Wisman Long Stay Terbanyak 

Penulis : Cindy Layan
6 Jul 2023 | 11:14 WIB
BAGIKAN
Wisatawan mancanegara saat mengunjungi Desa Tenganan, Karangasem, Bali, beberapa waktu lalu. (Foto: BeritaSatu Photo)
Wisatawan mancanegara saat mengunjungi Desa Tenganan, Karangasem, Bali, beberapa waktu lalu. (Foto: BeritaSatu Photo)

JAKARTA, Investor.id - Ketua ASITA Bali I Putu Winastra menyebutkan bahwa penyumbang wisatawan mancanegara (wisman) long stay di Bali didominasi pengunjung asal Eropa dan Australia. 

"Wisman yang long stay berasal dari Australia, India kemudian Korea, UK, dan Prancis. Jadi sebenarnya kalau kita bicara secara keseluruhan Eropa ini masih dominan, tapi karena Eropa ini dibagi-bagi negaranya beda proses berbeda-belanda berbeda tapi kalau kita berbicara secara menyeluruh Eropa sangat luar biasa jadi Malaysia juga banyak ya selaku Asian market," ucap I Putu melalui wawancara daring pada Rabu, (5/7/2023).

Dirinya menjelaskan, hal ini dikarenakan jarak tempuh para wisman Australia ataupun Eropa relatif lebih jauh dibanding wisman Asian dan sekitarnya. Oleh karena itu, banyak wisatawan dari kedua benua ini berwisata dan tinggal lebih lama di Bali.

ADVERTISEMENT

"Kalau kita berbicara segmen market Asia ya Asian market ini tidak lebih mereka stay nya 4 sampai 5 hari tetapi kalau berbicara market Australia bisa satu minggu kalau bicara market Eropa dua minggu sampai 3 minggu nah sekarang kita mau cari segmen market yang mana gitu," paparnya.

Menyadari perbedaan pola wisata Eropa dan Asia, I Putu menyebut, pihaknya terus berupaya untuk menarik para wisatawan yang tinggal kurang dari satu minggu dapat memperpanjang "length of stay" di Bali. Dengan demikian, dirinya berharap bisa menambah pemasukan bagi para pelaku usaha pariwisata sendiri.

"Kita harapkan length of stay itu lebih lama jadi tidak sedikit kalau tadi misalnya saya bilang Asian 4 sampai 5 hari bagaimana kita bisa meng encounter mereka agar bisa stay lebih dari 4 hari atau 5 hari sehingga apa spending money nya bisa lebih besar begitu," tutup I Putu.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia