Dongkrak Keterlibatan Perempuan di Sektor E-Commerce
JAKARTA,investor.id-Perempuan memiliki peran krusial dalam pertumbuhan E-commerce melalui keterlibatan dalam pasar digital dan peningkatan inklusi keuangan. Sektor E-commerce membuka banyak kesempatan bagi partisipasi perempuan di lanskap ekonomi digital.
Meski demikin, keterlibatan perempuan dalam hal keterampilan dan adaptasi digital dinilai masih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Sehingga, bisnis yang dikelola perempuan menjadi kurang kompetitif.
Kesimpulan ini tertuang dalam Dialog Kebijakan berjudul “Perempuan Pelaku Usaha dalam Ekosistem E-Commerce di Indonesia”, yang merupakan inisiatif kerja sama dari Women’s World Banking bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) pekan lalu.
Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan, untuk bisa bersaing di dunia E-commerce, setiap orang harus memiliki keterampilan digital, serta terus meningkatkan kualitasnya.
“Yang harus dilakukan pelaku usaha (E-Commerce), yah mengembangkan produknya, meningkatkan kualitasnya, juga meningkatkan skill digitalnya,” kata Bima kepada Investor Daily, Jumat (14/7/2023).
Sementara, kajian dari Google, Temasek and Bain & Company (2022) mencatat nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 77 triliun pada 2022, di mana 77%-nya disumbang oleh sektor E-commerce. Tak hanya itu, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh dan meningkat dua kali lipat pada 2025.
Koordinator Nasional Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Rizki Ameliah menuturkan, E-commerce menjadi sektor yang semakin penting bagi perempuan pelaku usaha di Indonesia. Hampir 90% pekerjaan di masa depan akan membutuhkan keterampilan digital, sehingga literasi digital sangat dibutuhkan oleh perempuan.
“Keterampilan digital ini termasuk bagaimana menggunakan platform digital yang ada, keamanan digital termasuk mengembangkan konten digital,” tambah Rizki.
Tak hanya itu, riset dari Women’s World Banking juga masih menemukan adanya kesenjangan gender di E-commerce yang menghambat perempuan untuk berkontribusi penuh terhadap pertumbuhan ekonomi.
Perempuan dan laki-laki berangkat dari titik pangkal yang berbeda dalam hal literasi digital dan akses keuangan, dan keduanya memengaruhi perilaku dan kinerja bisnis mereka di platform E-commerce.
Riset ini menunjukkan bahwa ketika perempuan pelaku usaha sudah memiliki akses ke platform E-commerce, masih terdapat kesenjangan dari sisi pendapatan dan pemanfaatan dibanding laki-laki pelaku usaha.
Sehingga, penting bagi penyedia platform E-commerce untuk memiliki perspektif gender dalam pengembangan produk dan layanannya, agar dapat diakses secara setara oleh perempuan dan laki-laki pelaku usaha.
Research Lead Women’s World Banking Agnes Salyanti menambahkan, melalui riset tersebut, pihaknya menemukan bahwa hanya 44% perempuan yang dapat mempertahankan bisnis mereka selama 3-5 tahun, bahkan lebih sedikit lagi perempuan yang dapat mengelola bisnisnya lebih dari lima tahun. Perempuan pelaku usaha di E-commerce juga mendapatkan penghasilan 22% lebih rendah dari laki-laki.
“Mengatasi kesenjangan gender di E-commerce dapat menciptakan kesetaraan pendapatan bagi perempuan dan laki-laki, sekaligus mendatangkan penghasilan tahunan sebesar US$ 11 triliun bagi sektor E-commerce. Platform E-commerce berada di garda depan untuk mencapai ini dengan memastikan produk dan layanan yang mempertimbangkan perbedaan gender ini,” ungkap Agnes.
Dorong UMKM Perempuan
Adapun untuk meningkatkan keterlibatan perempuan ini, idEA sebagai wadah komunikasi antar-pelaku industri E-Commerce Indonesia juga turut mendorong peran perempuan melalui pelatihan digital terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Dalam tiga tahun terakhir peran perempuan terus ditingkatkan, dimana proporsi perempuan terhadap laki-laki itu 51% dan 49% pada tahun 2020, angkanya meningkat menjadi 60% dan 40% pada tahun 2022,” ujar Arshi Adini, Executive Director idEA.
Arshi juga menambahkan bahwa angka ini akan terus ditingkatkan kedepan mengingat peran perempuan yang cukup krusial dalam pertumbuhan E-commerce melalui kehadiran perempuan dalam UMKM itu sendiri.
Kesetaraan Gender Ekonomi
Sementara itu, berdasarkan catatan Investor Daily, Perempuan Pengusaha asal Indonesia, yang tergabung dalam organisasi Ikatan Wanita Pengusa Indonesia (IWAPI) terus menyuarakan aksi akselerasi pemberdayaan dan kemajuan perempuan di sektor swasta, dan mendorong dialog multi pihak terkait regulasi dan norma sosial untuk perubahan yang lebih baik guna mengurangi kesenjangan gender global.
Hal itu dilakukan di ajang G20 Empower Jepang, dan di ajang The 14th Russia-Islamic World: KazanForum International Economic Forum di Rusia belum lama ini.
Di ajang G20 EMPOWER Advocates Jepang, Wakil Ketua Umum DPP IWAPI Rinawati Prihatiningsih menyampaikan tentang pentingnya keterlibatan perempuan dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs).
Menurutnya, tujuan pembangunan berkelanjutan tidak tercapai apabila setengah dari populasi dunia tertinggal.
“Berbagai program, kebijakan telah dilakukan pemerintah dan dunia usaha namun kenyataan saat ini menunjukkan sebagaimana laporan dari Global Gender Gap Report 2022 bahwa dibutuhkan waktu 155 tahun untuk menutup kesenjangan gender Pemberdayaan Politik, lalu 151 tahun untuk menutup kesenjangan gender Partisipasi dan Peluang Ekonomi dan dibutuhkan 22 tahun untuk menutup kesenjangan gender Pencapaian Pendidikan," ungkap Rinawati belum lama ini.
Aliansi G20 Empower adalah aliansi yang inklusif dan digerakan oleh aksi, untuk Pemberdayaan dan Kemajuan Representasi Ekonomi Perempuan atau disingkat G20 Empower.
Aliansi ini merupakan aliansi satu-satunya di G20 yang menyatukan para pemimpin sektor swasta dan mitra pemerintah untuk bersama-sama mengadvokasi dan mengkatalisasi kemajuan upaya pemberdayaan ekonomi perempuan yang saat ini masih terdapat kesenjangan gender.
Editor: Emanuel
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






