Jumat, 15 Mei 2026

Dongkrak Keterlibatan Perempuan di Sektor E-Commerce

Penulis : Emanuel Kure
17 Jul 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi transaksi e-commerce (Foto: IST)
Ilustrasi transaksi e-commerce (Foto: IST)

JAKARTA,investor.id-Perempuan memiliki peran krusial dalam pertumbuhan E-commerce melalui keterlibatan dalam pasar digital dan peningkatan inklusi keuangan. Sektor E-commerce membuka banyak kesempatan bagi partisipasi perempuan di lanskap ekonomi digital.

Meski demikin, keterlibatan perempuan dalam hal keterampilan dan adaptasi digital dinilai masih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Sehingga, bisnis yang dikelola perempuan menjadi kurang kompetitif.

Kesimpulan ini tertuang dalam Dialog Kebijakan berjudul “Perempuan Pelaku Usaha dalam Ekosistem E-Commerce di Indonesia”, yang merupakan inisiatif kerja sama dari Women’s World Banking bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) pekan lalu.

ADVERTISEMENT

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan, untuk bisa bersaing di dunia E-commerce, setiap orang harus memiliki keterampilan digital, serta terus meningkatkan kualitasnya.

“Yang harus dilakukan pelaku usaha (E-Commerce), yah mengembangkan produknya, meningkatkan kualitasnya, juga meningkatkan skill digitalnya,” kata Bima kepada Investor Daily, Jumat (14/7/2023).

Sementara, kajian dari Google, Temasek and Bain & Company (2022) mencatat nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 77 triliun pada 2022, di mana 77%-nya disumbang oleh sektor E-commerce. Tak hanya itu, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh dan meningkat dua kali lipat pada 2025.

Koordinator Nasional Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Rizki Ameliah menuturkan, E-commerce menjadi sektor yang semakin penting bagi perempuan pelaku usaha di Indonesia. Hampir 90% pekerjaan di masa depan akan membutuhkan keterampilan digital, sehingga literasi digital sangat dibutuhkan oleh perempuan.

“Keterampilan digital ini termasuk bagaimana menggunakan platform digital yang ada, keamanan digital termasuk mengembangkan konten digital,” tambah Rizki.

Tak hanya itu, riset dari Women’s World Banking juga masih menemukan adanya kesenjangan gender di E-commerce yang menghambat perempuan untuk berkontribusi penuh terhadap pertumbuhan ekonomi.

Perempuan dan laki-laki berangkat dari titik pangkal yang berbeda dalam hal literasi digital dan akses keuangan, dan keduanya memengaruhi perilaku dan kinerja bisnis mereka di platform E-commerce.

Riset ini menunjukkan bahwa ketika perempuan pelaku usaha sudah memiliki akses ke platform E-commerce, masih terdapat kesenjangan dari sisi pendapatan dan pemanfaatan dibanding laki-laki pelaku usaha.

Sehingga, penting bagi penyedia platform E-commerce untuk memiliki perspektif gender dalam pengembangan produk dan layanannya, agar dapat diakses secara setara oleh perempuan dan laki-laki pelaku usaha.

Research Lead Women’s World Banking Agnes Salyanti menambahkan, melalui riset tersebut, pihaknya menemukan bahwa hanya 44% perempuan yang dapat mempertahankan bisnis mereka selama 3-5 tahun, bahkan lebih sedikit lagi perempuan yang dapat mengelola bisnisnya lebih dari lima tahun. Perempuan pelaku usaha di E-commerce juga mendapatkan penghasilan 22% lebih rendah dari laki-laki.

“Mengatasi kesenjangan gender di E-commerce dapat menciptakan kesetaraan pendapatan bagi perempuan dan laki-laki, sekaligus mendatangkan penghasilan tahunan sebesar US$ 11 triliun bagi sektor E-commerce. Platform E-commerce berada di garda depan untuk mencapai ini dengan memastikan produk dan layanan yang mempertimbangkan perbedaan gender ini,” ungkap Agnes.

Dorong UMKM Perempuan

Adapun untuk meningkatkan keterlibatan perempuan ini, idEA sebagai wadah komunikasi antar-pelaku industri E-Commerce Indonesia juga turut mendorong peran perempuan melalui pelatihan digital terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Dalam tiga tahun terakhir peran perempuan terus ditingkatkan, dimana proporsi perempuan terhadap laki-laki itu 51% dan 49% pada tahun 2020, angkanya meningkat menjadi 60% dan 40% pada tahun 2022,” ujar Arshi Adini, Executive Director idEA.

Arshi juga menambahkan bahwa angka ini akan terus ditingkatkan kedepan mengingat peran perempuan yang cukup krusial dalam pertumbuhan E-commerce melalui kehadiran perempuan dalam UMKM itu sendiri.

Editor: Emanuel

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 17 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia