Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Buka Peluang untuk Pelarangan Ekspor Pasir Kuarsa

Penulis : Arnoldus Kristianus
21 Jul 2023 | 14:54 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia usai mengikuti konferensi pers Realisasi Investasi Kuartal I 2023 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Jumat (28/4/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia usai mengikuti konferensi pers Realisasi Investasi Kuartal I 2023 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Jumat (28/4/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, Investor.id –  Pemerintah membuka peluang untuk menutup keran ekspor pasir kuarsa. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai ekspor dari pasir kuarsa melalui pengolahan menjadi barang bernilai tambah. Pengelolaan pasir kuarsa akan menambah jumlah komoditas ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat dilakukan proses hilirisasi.

“Kita ingin pasir kuarsa ini juga dikelola dan tidak menutup kemungkinan ke depan dipertimbangkan untuk pelarangan ekspor. Terserah orang mau protes kita, protes aja! masak negara kita gak boleh maju-maju,” ucap Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Jumat (21/7/2023).

Pengelolaan pasir kuarsa dan silika akan dilakukan dengan membangun ekosistem pabrik kaca dan solar panel. Langkah ini ini merupakan bagian dari hilirisasi di sektor pasir kuarsa. Bahlil mengatakan, jika pemerintah membangun panel surya, Indonesia akan menjadi salah satu negara penyumbang panel surya terbesar di dunia.

ADVERTISEMENT

“Kita punya cadangan pasir kuarsa salah satu terbesar di dunia. Kita punya kuarsa dan pasir silika. Nah ini adalah bahan baku utama untuk membangun kaca sama panel surya. Nah ke depan kan dunia itu kan green energy pasti mereka membutuhkan itu,” tutur Bahlil.

Sebelumnya pada Selasa (18/7/2023) Bahlil mengunjungi fasilitas produksi Xinyi Group dalam rangka menemui investor potensial. Xinyi Group merupakan salah satu perusahaan terkemuka dalam industri kaca dan solar panel, yang berlokasi di kota Wuhu, Tiongkok.

“Perusahaan Xinyi itu adalah perusahaan terbesar pabrik kaca di dunia. Dia menguasai market share dunia itu 20%. Nah saya melakukan diskusi. Kemudian mereka akan berniat berencana melakukan investasi,” kata dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia