Jumat, 15 Mei 2026

MMS Group Tunjuk China ENFI sebagai Kontraktor Proyek Smelter Nikel

Penulis : Euis Rita Hartati
25 Jul 2023 | 22:47 WIB
BAGIKAN
Mitra Murni Perkasa (MMP), anak usaha MMS Group Indonesia (MMSGI) dan China ENFI Engineering  Corporation (China ENFI).
Mitra Murni Perkasa (MMP), anak usaha MMS Group Indonesia (MMSGI) dan China ENFI Engineering Corporation (China ENFI).

JAKARTA, investor.id – Mitra Murni Perkasa (MMP), anak usaha MMS Group Indonesia (MMSGI) yang mengembangkan proyek smelter nikel matte di Kalimantan Timur telah menandatangani perjanjian Kerjasama dengan pihak China ENFI Engineering Corporation (China ENFI).

Perhelatan itu dihadiri oleh segenap manajemen MMSGI- MMP, sejumlah delegasi China ENFI dari Beijing dan juga perwakilan dari Bank Negara Indonesia (BNI). Kerjasama dengan China ENFI yang dimulai sejak 15 bulan lalu telah melalui proses studi kelayakan. Perencanaan yang cermat, tepat dan bijak dilakukan untuk memastikan proyek pembangunan smelter nikel MMP dapat dilaksanakan di atas fondasi teknis yang kuat. Pembangunan proyek ini ditargetkan selesai pada kuartal 4 tahun 2024 dan mulai beroperasi pada kuartal 2 tahun 2025.

Smelter nikel matte MMP direncanakan memiliki kapasitas produksi 27,000 ton per tahun dengan kandungan nikel lebih dari 70%. Pembangunan smelter nikel matte ini ditujukan untuk mendukung meningkatnya kebutuhan nikel sebagai bahan baku pembuatan baterai EV yang digunakan dalam kendaraan bertenaga listrik (BEV). Hal ini sejalan dengan upaya global dalam mengurangi emisi karbon.

Adhi Dharma Mustopo, Presiden Direktur MMP, mengatakan “Penandatanganan ini adalah momen yang bersejarah bagi MMP dan China ENFI. Kami mendukung program pemerintah untuk membangun smelter nikel matte yang memiliki jejak karbon rendah dan sepenuhnya merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

ADVERTISEMENT

Pembangunan smelter nikel matte ini merupakan awal kerjasama MMSGI dengan China ENFI, di mana terbuka pengembangan usaha MMSGI berikutnya yang selaras dengan keahlian teknis China ENFI.” “Kerjasama ini memiliki makna penting bagi pihak kami. China ENFI percaya smelter nikel matte MMP akan menjadi proyek percontohan yang sukses di Indonesia dan memberikan manfaat yang luas kepada semua pihak. Terlebih lagi proyek MMP ini dekat dengan IKN, pusat pemerintahan yang baru.”, tutur Liu Cheng, Chairman of the Board China ENFI.

Kolaborasi MMP dan China ENFI bertujuan untuk memastikan pembangunan smelter nikel matte yang kuat dan kompetitif. Dengan meningkatnya popularitas kendaraan listrik dan permintaan akan nikel matte sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik, proyek MMP diharapkan memberikan dampak positif secara nasional dan mendukung program industri baterai di Indonesia.Tak hanya itu, smelter nikel matte MMP merupakan salah satu bukti atas komitmen MMSGI terhadap ESG.

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia