Jumat, 15 Mei 2026

Stok Elpiji 3 Kg di Medan Aman, Kinerja Pertamina Diapresiasi

Penulis : Harso Kurniawan
1 Aug 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung (dua dari kanan) meninjau stok LPG 3 Kg di Medan, Sumatera Utara. Hasilnya, stok LPG 3 Kg di Medan aman. (ist)
Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung (dua dari kanan) meninjau stok LPG 3 Kg di Medan, Sumatera Utara. Hasilnya, stok LPG 3 Kg di Medan aman. (ist)

JAKARTA, Investor.id - Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung mengatakan stok LPG di Sumatera Utara, khususnya Medan, saat ini aman. Kelangkaan memang sempat terjadi, pada Selasa dan Rabu (25 dan 26 Juli 2023), namun sudah bisa diatasi.

“Kelangkaan itu sudah mulai diatasi Kamis sore dan Jumat (27 dan 28 Juli 2023). Saya apresiasi langkah cepat Pertamina,” kata Martin, Senin (31/7/2023).

Kondisi demikian, didapati Martin setelah meninjau langsung di lapangan terkait keberadaan gas melon. Dalam  konteks itu, Martin mengatakan, perlunya edukasi kepada masyarakat untuk menghindari panic buying, terutama pada saat peak season.  Contohnya, tahun ini, kelangkaan gas melon terjadi setelah Iduladha beberapa waktu lalu.

“Kalau perlu libatkan para pelaku media sosial untuk aktif mengedukasi dan melakukan kontrol sosial,” lanjut dia.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya itu, Martin mengingatkan, pentingnya penegakan hukum untuk para begal elpiji subsidi. Mereka adalah orang yang mengoplos gas elpiji subsidi.

“Oleh karena itu, Komisi VI DPR RI mendukung Pertamina untuk mengambil langkah tegas bersama penegak hukum,” jelas dia.

Martin juga meminta Pertamina terus menyempurnakan sistem elektronik untuk pasokan gas elpiji, yakni dari Pertamina, SPBE, agen, dan pangkalan. Dengan demikian, imbuh Martin, stok selalu termonitor. Adapun jika terjadi kekurangan, stok dapat segera diisi.

“Sistem elektronik ini kemudian dilanjutkan untuk pembelian gas epiji subsidi oleh para penerima yang berhak dan telah terdaftar,” kata Martin.

Selain itu, Martin meminta keberadaan pangkalan sebagai lini akhir pembelian harus terus ditambah. “Pangkalan-pangkalan kecil harus diperbanyak sehingga seluruh lini penjualan masuk ke dalam sistem,” tutupnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution memastikan , tambahan sebanyak 45 ribu tabung LPG bersubsidi atau ukiran 3 kilogram (kg) sampai ke pangkalan untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar gas di daerah itu.

"Kemarin, kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina menyikapi kelangkaan LPG 3 kg. Pertamina sudah menambah suplai 45 ribu tabung LPG 3 kg," ucap Bobby di Medan, Kamis.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia