Khawatir Diserbu Barang Impor Tiongkok, India Tak Tertarik Gabung RCEP
JAKARTA, Investor.id – India diperkirakan belum tertarik melangkah ke perjanjian dagang terbesar dunia, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), karena khawatir terhadap masuknya impor barang asal Tiongkok.
Hal ini diungkapkan oleh Mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu kepada B Universe di sela-sela Investor Daily Round Table di Jakarta, Selasa (8/8/2023).
RCEP diketahui terdiri atas 10 negara ASEAN termasuk Indonesia, serta Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru. Negara lain dapat bergabung RCEP 18 bulan setelah RCEP berlaku efektif. Negosiasi RCEP sudah dimulai sejak November 2012. Namun, India memilih untuk ke luar dari negosiasi pada tahun 2019. RCEP disepakati pada 2020, tanpa kehadiran India.
“Saya pikir India mungkin masih punya kekhawatiran untuk bersaing dengan Tiongkok. Negara ini mempunyai pendekatan pada saat ini untuk lebih melihat ke pasar dalam negerinya, daripada untuk perdagangan ke luar,” ucap Mari.
“Kita harus menunggu saat yang tepat dari sisi kesiapan politis India untuk memikirkan untuk bergabung,” imbuh Mari.
Dirinya pun mendorong India agar bergabung kembali dengan RCEP. Dengan ini, RCEP bisa mewakilkan setengah dari total penduduk di dunia. RCEP saat ini meliputi 30% produk domestik bruto (PDB) dunia. Bergabungnya India juga bisa membantu meningkatkan porsi PDB dunia RCEP. Meski India belum tertarik, lanjut Mari, itu bukan berarti diskusi-diskusi RCEP tidak melibatkan India.
“Sambil menunggu mereka (India, Red) bisa bergabung, kita harus terus melakukan pendekatan dan engagement, tetap mengundang mereka untuk beberapa pertemuan RCEP yang sebetulnya berjalan. Karena mereka mengikuti negosiasi sampai titik akhir,” jelas Mari.
RCEP akan menghapus hingga 90% tarif dari barang yang diperdagangkan di antara negara anggota selama 20 tahun sejak perjanjian ini diberlakukan. RCEP secara resmi berlaku di Indonesia pada awal 2023. Tanggal berlakunya perjanjian ini berbeda-beda untuk tiap negara anggotanya. Filipina menjadi negara terakhir dari 15 anggota RCEP yang mengimplementasikan perjanjian. Sri Lanka dan Hong Kong sudah menyatakan ketertarikannya untuk bergabung dalam RCEP.
The Economic Times melaporkan perdagangan India-Tiongkok mencapai $135,98 miliar pada 2022. Defisit India dengan Tiongkok untuk pertama kalinya melebihi $100 miliar. Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan perdagangan Indonesia-India mencapai $32,7 miliar pada 2022, naik sekitar 55,7% dari $21 miliar di tahun sebelumnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






