Jumat, 15 Mei 2026

Khawatir Diserbu Barang Impor Tiongkok, India Tak Tertarik Gabung RCEP

Penulis : Jayanty Nada Shofa
9 Aug 2023 | 13:29 WIB
BAGIKAN
Mantan Menteri Perdagangan/ Menparekraf dan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu memberikan keterangan pers di sela-sela Investor Daily Round Table, Jakarta, Selasa (8/8/2023). (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)
Mantan Menteri Perdagangan/ Menparekraf dan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu memberikan keterangan pers di sela-sela Investor Daily Round Table, Jakarta, Selasa (8/8/2023). (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, Investor.id –  India diperkirakan belum tertarik melangkah ke perjanjian dagang terbesar dunia, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), karena khawatir terhadap masuknya impor barang asal Tiongkok.

Hal ini diungkapkan oleh Mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu kepada B Universe di sela-sela Investor Daily Round Table di Jakarta, Selasa (8/8/2023).

RCEP diketahui terdiri atas 10 negara ASEAN termasuk Indonesia, serta Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru. Negara lain dapat bergabung RCEP 18 bulan setelah RCEP berlaku efektif. Negosiasi RCEP sudah dimulai sejak November 2012. Namun, India memilih untuk ke luar dari negosiasi pada tahun 2019. RCEP disepakati pada 2020, tanpa kehadiran India.

ADVERTISEMENT

“Saya pikir India mungkin masih punya kekhawatiran untuk bersaing dengan Tiongkok. Negara ini mempunyai pendekatan pada saat ini untuk lebih melihat ke pasar dalam negerinya, daripada untuk perdagangan ke luar,” ucap Mari. 

“Kita harus menunggu saat yang tepat dari sisi kesiapan politis India untuk memikirkan untuk bergabung,” imbuh Mari.

Dirinya pun mendorong India agar bergabung kembali dengan RCEP. Dengan ini, RCEP bisa mewakilkan setengah dari total penduduk di dunia. RCEP saat ini meliputi 30% produk domestik bruto (PDB) dunia. Bergabungnya India juga bisa membantu meningkatkan porsi PDB dunia RCEP.  Meski India belum tertarik, lanjut Mari, itu bukan berarti diskusi-diskusi RCEP tidak melibatkan India.

“Sambil menunggu mereka (India, Red) bisa bergabung, kita harus terus melakukan pendekatan dan engagement, tetap mengundang mereka untuk beberapa pertemuan RCEP yang sebetulnya berjalan. Karena mereka mengikuti negosiasi sampai titik akhir,” jelas Mari.

RCEP akan menghapus hingga 90% tarif dari barang yang diperdagangkan di antara negara anggota selama 20 tahun sejak perjanjian ini diberlakukan. RCEP secara resmi berlaku di Indonesia pada awal 2023. Tanggal berlakunya perjanjian ini berbeda-beda untuk tiap negara anggotanya. Filipina menjadi negara terakhir dari 15 anggota RCEP yang mengimplementasikan perjanjian. Sri Lanka dan Hong Kong sudah menyatakan ketertarikannya untuk bergabung dalam RCEP. 

The Economic Times melaporkan perdagangan India-Tiongkok mencapai $135,98 miliar pada 2022. Defisit India dengan Tiongkok untuk pertama kalinya melebihi $100 miliar. Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan perdagangan Indonesia-India mencapai $32,7 miliar pada 2022, naik sekitar 55,7% dari $21 miliar di tahun sebelumnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia