Demi Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik, ASEAN akan Gandeng Tiga Negara Ini
JAKARTA, Investor.id – ASEAN akan menggandeng Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) untuk merealisasikan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di kawasan. Kerja sama akan berada di bawah ASEAN Plus Three.
Demikian penjelasan Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Berlianto Pandapotan Hasudungan di Jakarta, Selasa (16/8/2023). ASEAN Plus Three (APT) adalah kerja sama ekonomi ASEAN dan tiga negara Asia Timur, yakni Tiongkok, Korsel, dan Jepang.
Dia mengatakan, ASEAN akan mengumumkan kerja sama ekosistem EV dengan APT di KTT ASEAN ke-43 pada September. Sebelumnya, para kepala negara blok Asia Tenggara ini telah mengadopsi ASEAN Leaders’ Declaration on Developing EV Ecosystem.
“Kita paham di antara 10 negara ASEAN memang belum semuanya yang mengadopsi standar, regulasi, infrastruktur EV secara sama dan merata. Kita meminta dukungan kepada negara-negara ASEAN Plus Three untuk mengembangkan ekosistem EV,” ujar Berlianto, sebagaimana dikutip dari Jakarta Globe.
Adapun detail lebih lanjut kerja sama ASEAN dengan Tiongkok-Jepang-Korea akan diumumkan saat APT meluncurkan leaders’ statement pada September mendatang.
ASEAN saat ini tengah mengupayakan harmonisasi standar EV antar negara anggotanya. Ini diharapkan bisa memfasilitasi perdagangan terutama untuk kendaraan listrik maupun komponennya.
Adapun yang dimaksud dengan “standar” ini, lanjut Berlianto, dapat berupa electric plug atau colokan listrik. Saat ini, colokan listrik setiap negara bisa berbeda-beda. Menurut Berlianto, harmonisasi standar ini penting untuk pengembangan rantai pasok EV di kawasan. Termasuk untuk perdagangan EV.
“Nanti tidak perlu (khawatir, Red) lagi kalau Indonesia ekspor mobil listrik nanti ke Singapura, tapi colokannya tidak seragam. Kapasitas dari baterainya juga harus diseragamkan, setidaknya ada satu standar khusus untuk memudahkan penggantian spare part. Standar keselamatan juga tidak kalah penting (untuk diharmonisasikan, Red),” jelas Berlianto.
Saat ditanyai mengenai apakah ASEAN sudah menetapkan target kapan standar-standar tersebut benar-benar terharmonisasi, Berlianto mengatakan ASEAN baru saja mulai mengembangkan ekosistem ini.
“Sebuah dokumen deklarasi pemimpin (ASEAN, Red) adalah komitmen politik tertinggi. Ini perlu diturunkan lagi kepada badan-badan sektoral di bawahnya. Misalnya, menteri yang akan mendorong penyusunan framework atau roadmap. Lalu tataran teknisnya di tingkat SOM (pertemuan pejabat tinggi atau senior officials meeting, Red) untuk didorong implementasinya,” terang Berlianto.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






