Confluent Perluas Kemitraan dengan Google Cloud
JAKARTA, investor.id – Confluent Inc, pelopor data streaming, mengumumkan perluasan kemitraan dengan Google Cloud. Pada saat yang sama, Confluent juga ditunjuk sebagai Google Cloud Technology Partner of the Year 2023 untuk kategori Google Marketplace-Data and Analytics.
Melalui kemitraan jangka panjang yang telah terjalin, kolaborasi Confluent dan Google Cloud akan semakin memberikan kemudahan bagi para pelanggan untuk menghubungkan dan memproses aliran data real-time di organisasinya dan memaksimalkan kinerja aplikasi dan analisis modern.
Untuk semakin membuka akses bagi banyak perusahaan, khususnya pengelolaan data secara real-time dalam skala besar, Confluent pun telah mempererat kemitraan dengan Google Cloud melalui investasi teknis, pemasaran, dan penjualan yang lebih luas.
"Confluent dan Google Cloud bersinergi untuk membantu organisasi menyelesaikan tantangan data yang paling mendesak," kata President of Field Operations Confluent Erica Schultz, dalam pernyataannya, Jumat (1/9/2023).
Baca Juga:
Elitery Raih Penghargaan Google Cloud Public Sector Partner of the Year Award 2023 untuk APACMelalui kemitraan tersebut, lanjut dia, pihaknya akan terus mendukung bisnis transformasi pelanggan melalui solusi data real-time dan memodernisasi platform data perusahaan dengan solusi yang dapat diandalkan dari arsitektur data on-premise dan multi-cloud ke Google Cloud.
"Penghargaan mitra Google Cloud melihat dampak signifikan dan kesuksesan pelanggan yang telah dihasilkan oleh para mitra kami selama setahun terakhir," ujar Corporate Vice President, Global Partner Ecosystem Google Cloud Kevin Ichhpurani.
Dia pun mengaku sangat senang dapat mengakui Confluent sebagai pemenang Google Cloud Partner Award 2023 dan menantikan kemitraan yang lebih kuat dan berkelanjutan untuk bersama mendukung pelanggan.
Mitra Jangka Panjang
Sementara itu, seiring makin banyaknya perusahaan yang berusaha memberikan pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi dan operasi bisnis yang kaya dengan konteks, terdapat permintaan yang semakin meningkat untuk konektivitas data real-time di berbagai lokasi untuk memperbarui aplikasi secara real-time.
Tersedia melalui Google Cloud Marketplace, Confluent pun merupakan dan menjadi jaringan penghubung yang memungkinkan data real-time dari berbagai sumber secara konstan tersedia di seluruh organisasi.
Confluent memasukkan data real-time ke dalam layanan Google Cloud yang terbaik seperti BigQuery, Google Cloud Storage, Dataflow, Dataproc, dan VertexAI agar organisasi dapat membangun machine learning yang canggih, artificial intelligence (AI), dan penggunaan streaming analytics.
Sebagai contoh, ketika Confluent digunakan dengan VertexAI, pelanggan dapat membangun aplikasi AI generatif yang kuat dengan memanfaatkan model dasar Google dan menambahkannya dengan konteks real-time.
Selain itu, platform streaming data yang dikelola sepenuhnya oleh Confluent secara signifikan mengurangi beban operasional, risiko, dan biaya pengelolaan Apache Kafka®.
"Banyak penghematan biaya selama dua belas bulan terakhir kami ini berasal dari peralihan ke cara yang lebih efisien dalam mengembangkan aplikasi dengan stream processing," ungkap Arsitek Teknis Toolstation Rob Contreras.
Dengan peralihan ke integrasi Google Cloud Confluent, menurut Rob, pihaknya pun mendapatkan harga yang terus konsisten, dan ini sangat mendukung bisnis Toolstation. Hal ini penting, karena walaupun memiliki anggaran, bisnis Toolstation punya margin yang rendah.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


