Kamis, 14 Mei 2026

Cisco Mendefinisi Ulang Pertahanan Keamanan Siber dengan Kemampuan AI 

Penulis : Imam Suhartadi
7 Des 2023 | 11:32 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Keamanan Siber
Ilustrasi Keamanan Siber

JAKARTA, investor.id – Cisco meluncurkan Cisco AI Assistant for Security. Hal ini menandai langkah besar dalam membuat kecerdasan buatan (AI) tersebar luas di Security Cloud, platform keamanan lintas domain Cisco yang digerakkan oleh AI.

AI Assistant akan membantu para pelanggan membuat keputusan yang tepat, meningkatkan kemampuan tools mereka, dan mengotomatisasi tugas-tugas yang kompleks.

"Untuk menjadi perusahaan yang mengutamakan AI, Anda harus menjadi perusahaan yang mengutamakan data. Dengan telemetri native kami yang luas, Cisco memiliki posisi unik sehingga bisa memberikan solusi-solusi keamanan siber yang memungkinkan berbagai perusahaan beroperasi dengan penuh percaya diri dalam skala mesin, sehingga meningkatkan hal-hal yang bisa dilakukan oleh manusia sendiri," kata Jeetu Patel, Executive Vice President and General Manager of Security and Collaboration di Cisco dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (7/12/2023).

"Pengumuman hari ini merupakan langkah maju yang monumental. Kemajuan ini akan membantu memberikan keuntungan bagi para pelaku bisnis pertahanan, memberdayakan pelanggan dengan AI yang dibangun secara menyeluruh di seluruh Cisco Security Cloud," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Seiring dengan serangan siber yang terus berevolusi, pertahanan perusahaan juga harus berevolusi. Serangan ransomware dan pemerasan terus berlanjut dengan kecepatan yang stabil, mencapai 20 persen dari serangan siber yang ditangkap oleh Cisco Talos Incident Response tahun ini,

Menurut 2023 Year in Review Report Talos yang baru. Talos juga mengamati adanya peningkatan serangan canggih terhadap perangkat jaringan pada tahun lalu, terutama oleh aktor-aktor yang disponsori oleh negara. Pertahanan skala mesin diperlukan seiring dengan meningkatnya kecepatan dan kecanggihan pelaku kejahatan.

Dengan visibilitas  di seluruh jaringan dan keamanan, lanjut dia, Cisco bekerja dengan lebih banyak telemetri yang digerakkan oleh mesin dan dalam skala yang lebih besar dari sebagian besar perusahaan lain di industri ini.

Cisco AI Assistant for Security yang baru dilatih dengan salah satu kumpulan data terbesar di dunia yang berfokus pada keamanan, yang menganalisis lebih dari 550 miliar peristiwa keamanan setiap hari di seluruh web, email, endpoints, jaringan, dan aplikasi. Cisco AI Assistant for Security ini dapat memahami tingkat keparahan satu peristiwa keamanan, dampak dan cakupan, analisis akar penyebab, serta desain kebijakan.

Dengan data ini, AI Assistant ditujukan untuk menutup kesenjangan antara tujuan dan hasil dari keamanan siber. Semua kemampuan AI Cisco dibangun dengan aman dan selaras Cosco's Responsible AI Framework.

Meneruskan inovasi yang cepat, Cisco memperkenalkan AI Assistant for Firewall Policy: Cisco AI Assistant for Security akan bekerja pertama kali dalam Cisco Cloud-delivered Firewall Management Center dan Cisco Defense Orchestrator untuk memecahkan tantangan besar dalam menetapkan dan memelihara kebijakan dan aturan-aturan firewall yang kompleks.

Administrator kini dapat menggunakan bahasa alami untuk menemukan kebijakan dan mendapatkan rekomendasi aturan, menghilangkan duplikasi aturan, kebijakan yang salah konfigurasi, dan alur kerja yang kompleks dengan peningkatan visibilitas serta percepatan pemecahan masalah dan tugas konfigurasi.

Sementara itu, AI-powered Encrypted Visibility Engine for All Firewall Models menunjukkan sebagian besar trafik data center saat ini dienkripsi - dan ketidakmampuan untuk memeriksa trafik yang dienkripsi adalah masalah utama dalam keamanan.

Mendekripsi trafik untuk pemeriksaan membutuhkan sumber daya yang intensif dan sarat dengan masalah operasional, privasi, dan kepatuhan. Dengan Sistem Operasi 7.4.1 yang kini tersedia di seluruh keluarga Cisco Secure Firewall, pelanggan melihat AI melangkah lebih jauh melalui Encrypted Visibility Engine.

Encrypted Visibility Engine memanfaatkan miliaran sampel, termasuk sampel malware yang di-sandbox, untuk menentukan apakah trafik terenkripsi membawa malware. Mesin ini dapat mengetahui dari sistem operasi mana trafik tersebut berasal dan aplikasi klien apa yang menghasilkannya - semuanya tanpa perlu proses dekripsi.

"Kemampuan AI untuk membentuk kembali kehidupan sehari-hari dan lanskap profesional kita sangatlah besar. Sebagai mitra Cisco yang telah lama bekerja sama, kami sangat antusias dengan Cisco AI Assistant for Security yang baru dan bagaimana solusi ini akan memberdayakan para pelanggan kami dengan efisiensi yang didorong oleh AI," ujar Graham Robinson, Chief Technology Officer, Data#3.

Pengenalan AI Assistant ke Cisco Firewall Management Center akan membantu para pelanggan kami untuk mengonfigurasi perubahan kebijakan dengan cepat dan mudah. Ketika dikombinasikan dengan fitur-fitur baru dalam rilis perangkat lunak 7.4.1 dan Encrypted Visibility Engine, hal ini akan memberikan pengalaman yang sangat menarik secara keseluruhan

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 56 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia