Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Milenial dan Isu Kelestarian Lingkungan Menjadi Tren Properti 2024

Penulis : Edo Rusyanto
13 Des 2023 | 19:50 WIB
BAGIKAN
Urban Forum Gathering and Tree Planting 2023 di Hutan Organik, Megamendung Bogor, Rabu (13/12/2023).
Urban Forum Gathering and Tree Planting 2023 di Hutan Organik, Megamendung Bogor, Rabu (13/12/2023).

Jakarta, Investor.id – Pasar properti tahun 2024 diprediksi semakin meningkat, terutama di segmen pasar milienial.

Hal itu terungkap dalam Urban Forum Gathering and Tree Planting 2023 yang berlangsung di Hutan Organik, Megamendung Bogor, Rabu (13/12/2023).

Dalam acara yang mengangkat tema "Menggenjot Pasar Milenial dan Kelestarian Lingkungan" ini hadir Wakil Ketua DPP Realestate Indonesia (REI), Ikang Fawzi; Melani Megawati, Senior Vice President Consumer Loan BCA; Wakil Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Muhammad Solikin, dan  Stellar Property, M Gali Ade Nofran.

Melani Megawati menuturkan, dalam tiga tahun terakhir sebanyak 55,1% debitur yang melakukan pencairan KPR BCA adalah dari kalangan milenial. Sedangkan gen X mencapai 36,3% dan lainya 8,6%.

ADVERTISEMENT

Dari riset BCA ini diketahui juga bahwa para milenial melihat properti sebagai instrumen investasi yang paling diminati, setelah tabungan & deposito.

“Dari riset kami, para milenial ingin sudah memiliki properti sebelum mereka menikah, sementara jenis properti yang paling diinginkan adalah rumah baru dan range harga Rp500 juta sampai dengan Rp1 miliar,” kata dia.

Melani menyebutkan, fasilitas KPR BCA bagi gen milenial 78% merupakan fasilitas KPR pertama, 82% gen milenial melakukan KPR Pembelian, sementara itu, 50% gen milenial memilih tenor kredit di atas 10 tahun.

Melani menuturkan bahwa 85% milenial memilih properti berupa rumah tinggal, 31% gen milenial memilih properti dengan harga Rp500 juta sampai dengan Rp1 miliar. Sebanyak 52% Gen Milenial mendapatkan properti dari developer/broker.

Dia menambahkan, KPR BCA juga memberikan kemudahan kepada para milenial yang bekerja di sektor informal.

"Milenial yang usahanya sektor informal, youtuber, influencer, medsos, pekerjaan disitu, travel, open trip, informal sektor semuanya, BCA sudah berikan KPR ke mereka," ujar Melani.

Sementara itu, Ikang Fawzi mengatakan, potensi pasar milenial di Indonesia sangat besar. Dari 270 juta jiwa masyarakat Indonesia, sekitar 25%  atau 48 juta jiwa merupakan generasi milenial berusia di antara 27-39 tahun dengan penghasilan Rp8,5 juta per bulan.Dimana 15 juta jiwa di antaranya berada di Jabodetabek.

Pasar milenial ini ada yang fresh graduate sampai yang sudah mature. Mereka punya penghasilan yang berbeda. Dengan penghasilan yang berbeda ini mereka bisa msuk ke produk-produk dengan harga Rp300 juta hingga Rp1 miliar.

Pasar properti hunian di segmen menengah semakin diminati oleh generasi milenial dan first home buyers. Milenial bahkan berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan sektor properti saat ini dan di masa depan. Ditandai dengan minat generasi milenial untuk membeli properti yang semakin lama semakin menunjukkan peningkatan.

"Perbankan juga sudah banyak menyiapkan skim dan produk khusus milenial karena potensi KPRnya masih besar sekali," ungkapnya.

Selain menyukai perumahan berbasis transportasi massal, generasi milenial juga semakin peduli dengan isu lingkungan. Terlebih pasca pandemi, penerapan green development atau sustainable development di kawasan perumahan makin diminati. Hal itu dipahami betul oleh pengembang sebagai kebutuhan pasar.

Jika sebelumnya konsumen mencari rumah lebih memerhatikan aspek keindahan, keamanan dan kenyamanan, sekarang konsumen justru mengedepankan kesehatan mereka terutama soal pencahayaan dan kualitas udara, pengelolaan air bersih serta lingkungan yang sehat.

"Isu eco green living sudah jadi tren dunia, pengembang tidak bisa menghindar dari tuntutan pasar ini, sehingga harus sudah concern terhadap lingkungan termasuk ruang terbuka hijau dan air bersih," jelasnya.

Mohammad Solikin mengatakan, pihaknya mendorong upaya pengubahan mindset para milenial.

"Kita harus coba mengubah mindset mereka para milenial, jika mereka membeli rumah, begitu akad kredit atau cash besoknya nilai investasinya naik, sementara kalau kita beli mobil itu penyusutan," ujarnya.

Sementara itu, Ade Nofran menyoroti insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) atau bebas PPN rumah untuk sektor perumahan. Menurutnya kebijakan yg kembali diberlakukan akan mendorong pertumbuhan industri properti tanah air.

"Ada diskon 11% akan membantu konsumen 5 impian, PPNDPT akan membuat market menjadi dinamis dan menarik investasi serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia