Jumat, 15 Mei 2026

2024, Pertamina Hulu Rokan Targetkan Produksi Minyak 167.000 Bph

Penulis : Euis Rita Hartati
21 Des 2023 | 15:53 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PHR Chalid Said Salim
Direktur Utama PHR Chalid Said Salim

JAKARTA, invetor.id – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), menargetkan produksi minyak pada 2024 mendatang bisa mencapai 167 ribu barel per hari (bph). Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan realisasi sepanjang 2023 yang berada di level 162 ribu bph.

“Target produksi minyak 2024 itu sekitar 167 ribu bph, mudah-mudahan bisa kita capai. Memang penuh tantangan karena lapangan minyak di Blok Rokan yang rata-rata berusia tua (mature), serta fasilitas yang juga sudah mulai menua. Produksi minyak saat ini di 162 ribu bph untuk menuju 167 ribu bph,” kata Direktur Utama PHR Chalid Said Salim saat ramah tamah dengan media Rabu, (19/12/2023).

Chalid mengungkapkan, dengan produksi minyak Blok Rokan sebesar 162 ribu bph saat ini, maka perusahaan telah menyumbang 26% untuk produksi minyak nasional.

PHR juga menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 1 miliar pada 2024 mendatang. Investasi ini khususnya untuk kegiatan pengeboran 500 sumur, baik eksplorasi maupun pengembangan, di Blok Rokan, yang melibatkan sekitar 80-rig untuk kegiatan sumur pengeboran dan sumur "work intervention".

ADVERTISEMENT

Menurut Chalid, sejak alih kelola di Agustus 2021, produksi di Blok Rokan mengalami tren penurunan, bahkan hingga masa transisi. Oleh karena itu, apabila PHR tidak melakukan kegiatan pengeboran secara masif, produksi Blok Rokan diperkirakan akan turun 11% ke level 120 ribu bph.

“Lebih ekstrim lagi kalau kita do nothing mungkin di Mei tahun lalu sudah di bawah 100 ribu bph produksinya. Kemudian kita udah ngebor ini kalau dilihat jumlah pengeborannya produksi dari sumur baru terlihat punya kontribusi yang sangat besar,” ujar Chalid.

Dengan produksi minyak tersebut, PHR menargetkan pendapatan usaha sebesar US$ 3 miliar pada tahun depan, dengan asumsi harga jual minyak rata-rata US$ 82 per barel. Adapun laba yang didapatkan diprediksi bisa mencapai US$ 700 juta.

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia