Kolaborasi Multisektor Percepat Penurunan Stunting
JAKARTA, Investor.id – Memperingati Hari Gizi Nasional, PT Nestlé Indonesia berupaya secara berkelanjutan berpartisipasi dalam membantu pemerintah untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi yang berkualitas dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Kali ini, Nestlé Indonesia menggelar diskusi multisektoral bertajuk Implementasi Model Pentahelix dalam Upaya Penurunan Angka Stunting, yang bertujuan membahas mengenai pentingnya memenuhi gizi seimbang, upaya pencegahan stunting, sekaligus program “100 Hari Pendampingan Gizi”, program hasil kolaborasi multisektor di 10 fokus area di 12 provinsi prioritas penurunan stunting pemerintah Indonesia.
Ketua Umum TP PKK Pusat, yang diwakili oleh Ketua Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Pusat Ai Dariah, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang diwakili oleh Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN Dwi Listyawardani, dan Direktur Corporate Affairs Nestlé Indonesia Sufintri Rahayu menyaksikan diskusi multisektoral ini.
Bertindak sebagai panelis guru besar pangan dan gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan, Ketua Pokja III TP PKK Pusat Rahmania Lufitasari, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Karawang yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karawang Dindin Rachmady, Corporate Nutritionist Nestlé Indonesia Eka Herdiana, Perwakilan Kader dan Kelompok Kerja Masyarakat Kabupaten Batang Mutiatun, Direktur Operasional Yayasan Edu Farmers International Amri Ilmma, dan Ketua Bidang Penelitian dan Inovasi Asosiasi Puskesmas Indonesia (Apkesmi) Tri Resopimiarti.
Melalui program Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat atau yang secara global dikenal sebagai Nestlé for Healthier Kids, Nestlé berupaya memberikan kontribusi secara berkelanjutan di bidang gizi dan kesehatan untuk mendukung peningkatan status gizi anak dan keluarga Indonesia.
“Sejalan dengan ambisi Nestlé untuk membantu 50 juta anak menjalani hidup yang lebih sehat pada 2030, sejak tahun lalu, Nestlé Indonesia bermitra dengan TP PKK meluncurkan Gerakan Keluarga Indonesia Bebas Stunting (Kibas Stunting),” kata dia dalam siaran pers, dikutip Senin (29/01/2024).
Nestle, kata dia, percaya akan pentingnya kolaborasi multi-sektor dalam mencegah dan menanggulangi stunting, mulai dari pihak pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, dan media. Setiap sektor memiliki keahlian masing-masing dan bersama-sama Indonesia dapat bergerak lebih cepat mengatasi masalah ini.
Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan, prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% menjadi 21,6%. 1 Meskipun begitu, angka tersebut masih tergolong tinggi dari ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di bawah 20%.
“Gizi menjadi salah satu komponen penting bagi tumbuh kembang anak, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Di Indonesia, permasalahan gizi yang terjadi akibat tidak seimbangnya asupan energi dan zat gizi lainnya dapat menyebabkan masalah gizi di antaranya kurus (gizi kurang), gemuk (gizi lebih), dan stunting (gizi kurang kronis),” kata Ali Khomsan.
Itu sebabnya, pencegahan masalah gizi harus dilakukan sedini mungkin, salah satunya dengan adanya kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak baik pemerintah, masyarakat, akademisi dan swasta/industri yang dapat mempercepat pencapaian target penurunan stunting di Indonesia menjadi 14% pada tahun 2024.
Mutiatun membagikan pengalamannya selama menjadi bagian dari program 100 Hari Pendampingan Gizi yang hingga kini masih terus berjalan. “Program-program yang dijalankan oleh Nestlé Indonesia, terutama program 100 Hari Pendampingan Gizi terbukti dapat membantu mengurangi angka stunting atau risiko stunting di daerah saya,” kata dia.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


