Jumat, 15 Mei 2026

Harga Beras Tembus Rp 18.000 di Tangerang, Konsumen Menjerit

Penulis : Wawan Kurniawan
16 Feb 2024 | 18:13 WIB
BAGIKAN
Pedagang beras di pasar tradisional Cikupa, Ranta Wijaya menjajakan beras dagangannya ke konsumen, Jumat (16/2/2024). (B-Universe Photo/Wawan Kurniawan)
Pedagang beras di pasar tradisional Cikupa, Ranta Wijaya menjajakan beras dagangannya ke konsumen, Jumat (16/2/2024). (B-Universe Photo/Wawan Kurniawan)

TANGERANG investor.id – Berbagai jenis beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tangerang, Banten terus mengalami kenaikan harga. Dipantau pada Jumat (16/2/2024), harga beras premium menembus Rp 18.000/kg dan beras medium mencapai Rp 15.000/kg.

Di pasar tradisional Cikupa misalnya, harga beras premium tembus Rp 18.000/kg. Kenaikan harga beras ini dikeluhkan para pedagang dan konsumen, bahkan ada beberapa konsumen yang terpaksa membeli beras dengan kualitas yang lebih rendah.

“Sekarang harga beras naik terus jadi beras premium Rp 18.000/kg. Sebelumnya Rp 15.000/kg sampai Rp 16.000/kg,”ujar pedagang beras di pasar tradisional Cikupa, Ranta Wijaya kepada B-Universe, Jumat (16/2/2024).

ADVERTISEMENT

Selain harga beras premium, harga beras dengan kualitas medium juga alami kenaikan yang signifikan. Harga medium yang sebelumnya Rp 12.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 15.000 per kilogram.

“Kalau untuk kualitas rendah sekarang Rp 13.000 sekilo, sebelumnya cuma Rp 10.000 sekilo. Itu juga susah sekarang nyarinya, kadang-kadang dapat cuma kualitas berasnya sekarang jelek, pada kuning gitu warnanya,” jelas Ranta.

Dia menyebut, kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini diduga menjadi salah satu faktor berkurangnya pasokan beras sehingga harga beras di pasaran terus mengalami kenaikan sejak awal bulan Januari 2024 lalu.

“Cuaca hujan terus sekarang mahgak ada pasokan, harga gabah juga mahal. Stok juga udah berkurang ini, susah nyarinya. Omset kalau beras lagi mahal gini mah pasti turun, kira-kira sampai 30% dari sebelumnya,” katanya.

Tidak hanya dikeluhkan pedagang, tingginya harga beras juga membuat konsumen menjerit. Mereka terpaksa harus mengurangi jumlah pembelian, bahkan ada yang beralih ke beras kualitas rendah yang lebih murah. “Saya keberatan banget dengan harga beras, coba tolong turunkan harga beras, jangan naik terus. Belanja yah dikurangi, ngirit-ngirit buat dibagi-bagi,” kata Ipah, salah satu konsumen di pasar Cikupa.

“Mau beli beras yang harga Rp 10.000 enggak ada, sekarang udah Rp 12.000 sekilo, itu juga jelek berasnya. Dulu itu yang Rp 10.000 beras sudah bagus, sekarang mahal tapi kualitas jelek lagi,” tambah Ipah.

Tidak hanya Ipah, ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di pasar Cikupa, Yanti juga mulai resah dengan melambungnya harga beras. Yanti mengatakan, harga beras mencapai Rp 18.000/kg sangat memberatkan.

“Menyengsarakan rakyat, kita rakyat kecil, kita minta beras di normalkan lagi, biar kami orang kecil juga bisa beli beras. Biasa yang beli beras yang bagus, sekarang beli yang cukup buat makan aja, kualitas rendah,” imbuhnya.

Pedagang dan konsumen berharap, pemerintah turun tangan mencarikan solusi untuk menekan harga beras di pasaran seperti menggelar operasi pasar. Pasalnya, meroketnya harga beras membuat daya beli menurun.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia