Jumat, 15 Mei 2026

Harga Beras Diprediksi Lanjut Naik Sampai Lebaran

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
25 Feb 2024 | 18:09 WIB
BAGIKAN
Pedagang beras menunggu pembeli di salah satu lapak pasar tradisional di Jakarta Timur. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Pedagang beras menunggu pembeli di salah satu lapak pasar tradisional di Jakarta Timur. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) memprediksi kenaikan harga beras akan terus berlangsung jelang memasuki bulan puasa Ramadan hingga hari raya keagamaan Lebaran Idul Fitri 2024. Untuk itu, pemerintah diminta segera bergerak menekan tingginya harga beras.

“Jika melihat tren kenaikan harga beras itu terjadi dengan tiap pekan, kami kira ke depan akan jauh lebih besar tantangannya, jika tidak ada intervensi atau langkah dan upaya lanjutan dari pemerintah guna menekan harga beras,” ungkap Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) IKAPPI, Reynaldi Sarijowan, saat dihubungi B-Universe, Minggu (25/2/2024).

Reynaldi menyatakan bahwa pemerintah harus segera bertindak menekan harga beras sebelum semakin memukul masyarakat, pedagang, dan perekonomian Indonesia.

ADVERTISEMENT

“Apalagi permintaan tinggi itu akan terjadi pada saat momentum Ramadan, kemudian Idul Fitri. Maka pemerintah harus memaksimalkan tiga pekan jelang ramadhan ini untuk mengguyur pasokan beras ke seluruh pasar-pasar,” kata Reynaldi.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum DPP IKAPPI, Abdullah Mansuri. Dia menuturkan, puncak lonjakan harga beras akan dimulai saat Ramadan dan Idul Fitri.

“Nanti di ramadan akan ada kenaikan lagi, berapanya kami tidak bisa prediksi. Kenapa saat Ramadan dan Idul Fitri ada kenaikan? Karena kondisi ada tambahan permintaan berlebih,” ungkap Abdullah kepada B-Universe, Minggu (25/2/2024).

Dia menerangkan, kenaikan harga beras saat ini bisa dikurangi apabila distribusi ke pasar meningkat. Dia menilai, jika stok distribusi beras di pasaran mencukupi, maka akan ada harga beras akan menurun.

“Makanya, pemerintah harus mengguyur stok beras dulu ke pasar, agar tidak terdorong tinggi harganya, paling tidak bisa turun lah sedikit. Nanti masuk Ramadan baru kita akan bicara lagi. Kita gak berani memprediksi naik atau turunnya. Yang dilakukan sekarang ya guyur aja dulu ke pasar sebanyak-banyaknya,” Abdullah.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia