Jumat, 15 Mei 2026

Siap-Siap, HET Beras Medium Bakal Naik hingga Rp 12.500

Penulis : Mita Amalia Hapsari
24 Apr 2024 | 18:11 WIB
BAGIKAN
Calon pembeli melihat beras yang dijual di salah satu toko di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz)
Calon pembeli melihat beras yang dijual di salah satu toko di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz)

JAKARTA, investor.id – Harga eceran tertinggi (HET) untuk beras medium akan dinaikkan. HET beras medium sebelumnya berada dalam rentang Rp 10.900 – Rp 11.800 per kilogram (kg) sesuai zona wilayah, kemudian direncanakan naik menjadi sekitar Rp 12.000 – 12.500 per kg.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi setelah menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (24/4/2024) sore. Arief menyatakan bahwa kenaikan HET beras medium disesuaikan berdasarkan wilayah.

“Khusus yang medium akan didiskusikan lagi angkanya kurang lebih menjadi Rp 12.000-12.500 per kilogram,” kata Arief.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Keterangan resmi Bapanas pada 9 Maret 2024 berdasarkan Perbadan Nomor 7 Tahun 2023, HET Beras medium untuk Zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi, dipatok di Rp 10.900 per kilogram (Kg).

Sementara untuk Zona 2 meliputi Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, dan Kalimantan, HET beras medium Rp 11.500 per kg. Sedangkan Zona 3 yang meliputi Maluku dan Papua, HET beras medium adalah Rp 11.800 per kg.

Selain HET beras medium, Arief juga mengungkapkan bahwa relaksasi HET beras premium akan diperpanjang. Relaksasi HET beras premium yang semula pada 10 Maret – 23 April 2024, kini akan diperpanjang hingga 31 Mei 2024.

“Tetapi dengan catatan, Kita juga akan harmonisasi sehingga peraturan badannya akan kita tetapkan. Jadi hampir pasti angkanya untuk beras premium HET-nya ada di Rp 14.900. Khusus yang medium kita akan diskusikan lagi angkanya, kurang lebih sekitar Rp 12.000 sampai Rp 12.500,” kata Arief.

Arief menyebut penetapan HET tersebut masih bisa turun jika jumlah produksi meningkat di masa mendatang.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 35 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia