Jumat, 15 Mei 2026

Gandeng China, Luhut: Kita Tak Perlu Impor Beras Lagi

Penulis : Monique Handa Shafira
26 Apr 2024 | 18:19 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Gedung Kemenko Marves, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2024). (B-Universe Photo/Monique Handa Shafira)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Gedung Kemenko Marves, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2024). (B-Universe Photo/Monique Handa Shafira)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Indonesia bakal menggandeng China dalam mengembangkan teknologi penanaman padi di Indonesia.

Luhut melanjutkan, teknologi penanaman padi tersebut akan berlokasi di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng). Diketahui, lokasi tersebut merupakan proyek pangan di era Presiden Soeharto.

“Kita minta teknologinya mereka untuk di ada dua, satu intensifikasi, satu lagi yang baru di Kalimantan Tengah, di Pulang Pisau yang dulu bekasnya Pak Soeharto sudah dibikin pemerintah, tapi enggak jalan-jalan,” kata Luhut di gedung Kemenko Marves, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2024).

ADVERTISEMENT

“Saya usul Presiden (Jokowi), bagaimana kalau kita coba teknologi Tiongkok ini karena teknologi ini bisa (menghasilkan) 12 atau 10 ton per hektare,” imbuh dia.

Gandeng China, Luhut: Kita Tak Perlu Impor Beras Lagi
Sumber: BPS

Luhut memperkirakan, jika teknologi penanaman padi tersebut bisa menjangkau 300 hektare lahan maka bisa menghasilkan 2 juta ton padi per hektare. Dengan begitu, pemerintah tidak perlu lagi mengimpor beras dari luar negeri.

“Katakanlah 300 ribu hektare, kalau itu betul 6 ton aja itu udah hampir 2 juta ton padi. Itu kan kita gak perlu impor lagi,” tukasnya.

Saat ditanya kekhawatiran gagal panen karena perbedaan iklim, Luhut mengaku tidak khawatir akan hal tersebut. Sebab, China akan bertanggung jawab secara penuh termasuk peminjaman uang untuk pembangunan teknologi tersebut.

Luhut menyebut, saat ini pemerintah sedang merancang tasks force mengenai rencana ini dan akan melaporkan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia