Kamis, 14 Mei 2026

Holding BUMN Danareksa Bentuk Konsorsium Bangun SPAM Bandung

Penulis : Thresa Sandra Desfika
20 Mei 2024 | 19:09 WIB
BAGIKAN
Ist
Ist

JAKARTA, investor.id - PT Danareksa (Persero) (Holding BUMN Danareksa) terus berkomitmen dalam mendukung berbagai program pembangunan Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah, salah satunya dalam percepatan akses air bersih melalui Indonesia Water Fund (IWF).

Sebagai pemegang amanah pemerintah untuk mempercepat 15 juta akses air bersih, Danareksa menorehkan pencapaian dalam implementasi IWF, yaitu dengan pembangunan SPAM (Sistem Pengelolaan Air Minum) Bandung melalui pembentukan konsorsium yang terdiri dari ekosistem Holding BUMN Danareksa beserta dengan PT CITIC Envirotech Indonesia (CITIC) dan SUEZ (Singapore) Services Pte Ltd.

Pengumuman konsorsium ini dilakukan pada acara World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali, serta disaksikan langsung oleh Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dan Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin Hattari.

ADVERTISEMENT

Pembentukan konsorsium sebagai pemrakarsa SPAM Bandung ini merupakan langkah nyata IWF yang didukung penuh oleh Pemerintah Kota Bandung dan Perumda Tirtawening serta akan dilanjutkan dengan pembangunan water treatment plan (wtp) yang diproyeksikan memiliki kapasitas 3.500 l/s (liter per detik), sehingga nantinya dapat menambah lebih dari 130 ribu sambungan rumah baru di Kota Bandung dan memperluas cakupan air bersih bagi warga Kota Bandung.

Pengumuman pembentukan konsorsium ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Danareksa, Yadi Jaya Ruchand; Direktur Utama Perumda Tirtawening, Sonny Salimi, Director PT CITIC Envirotech Indonesia, Chong Weng Ciew; Managing Director SUEZ (Singapore) Services Pte Ltd, Farchad Kaviani; Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso.

Direktur Utama PT Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi mengungkapkan Danareksa terus berkomitmen dalam mendukung program pemerintah dalam percepatan akses air bersih. “Kami berterima kasih kepada Wakil Menteri BUMN Bapak Kartika Wirjoatmodjo dan Kementerian BUMN atas dukungannya kepada IWF yang diprakarsai sejak Tahun 2022 lalu, semoga ini berjalan dengan lancar dan sesuai target kita bersama,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (20/5/2024).

Untuk semakin memperkuat komitmen Danareksa dalam implementasi IWF, dilakukan juga beberapa penandatanganan dengan berbagai pihak, seperti perpanjangan MoU IWF dengan strategic partner, di mana merupakan perpanjangan MoU dengan PT CITIC Envirotech Indonesia dan SUEZ (Singapore) Services Pte. Ltd selaku mitra strategis terkait rencana kerja sama pembentukan dan investasi

Penandatanganan Annex atas Heads of Agreement terkait WWTP di PT Kawasan Berikat Nusantara Rencana pembangunan WWTP dengan kapasitas 150lps di kawasan KBN merupakan pilot project WWTP underground di Indonesia, dengan benchmark WWTP underground milik CITIC di Guangzhou, Jianxi.

Lalu MoU kerja sama dengan Konsultan Karya-CITIC, merupakan kesepakatan awal antara CITIC dan PT Virama Karya (Persero) untuk memperkuat kerja sama di wilayah kerja masing-masing. CITIC menunjuk Virama Karya sebagai konsultan rekanan terpilih untuk proyek-proyeknya di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodo, menyampaikan dukungannya untuk Danareksa dan mengatakan untuk mengatasi permasalahan air bersih, perlu beberapa langkah yang kita dorong, antara lain dengan melakukan pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, dan terus membuka postensi kerja sama dengan sektor swasta.

"Mari kita bersama-sama bekerja keras dan berkomitmen untuk dapat membantu mewujudkan askes air bersih yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap Kartika.

"Kerja sama ini akan sangat membantu IWF melalui Danareksa memberikan kontribusi penyediaan akses air di Indonesia. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung IWF menjadi nyata, seperti strategic partner kami yang sudah berpengalaman di bidang pengelolaan air seperti CITIC di Cina dan Suez di Prancis, sehingga diharapkan bisa memberikan transfer knowledge atau technology dalam pengelolaan air, untuk segera mewujudkan 15 juta sambungan rumah baru,” tutup Yadi.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia