Kamis, 14 Mei 2026

Ambisi Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia, Mampukah?

Penulis :  Vinnilya Huanggrio
14 Aug 2024 | 15:24 WIB
BAGIKAN
Buruh tani menggunakan mesin panen saat memanen padi. (ANTARAFOTO/Basri Marzuki/wsj)
Buruh tani menggunakan mesin panen saat memanen padi. (ANTARAFOTO/Basri Marzuki/wsj)

JAKARTA, investor.id – Indonesia berambisi menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Target ini terbilang menantang, pasalnya negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam pun menargetkan hal serupa. Dua negara tersebut bahkan sudah terlihat hasilnya.

“Salah satu lumbung beras kita ada di Vietnam, Itukan tiap tahun impor kita dari sana. Itu menggambarkan ada ketergantungan (impor),” ungkap Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listyanto saat dihubungi secara daring, Rabu (14/8/2024).

Menurut Eko, visi pemerintah untuk mencapai lumbung pangan cenderung terlalu ambisius, terlebih jika untuk semua komoditas pangan.

ADVERTISEMENT

Namun ada beberapa komoditas pangan yang bisa didorong untuk itu, seperti minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Untuk komoditas ini, Indonesia sudah menjadi lumbung produsen CPO terbesar dunia sehingga pemerintah sebaiknya dapat memanfaatkan potensi ini dengan meningkatkan nilai tambahnya.

“Ke depannya jangan hanya produk primernya, bagaimana kemudian produk turunannya menjadi punya kita juga yang berbasis dari CPO Indonesia, itu kan menarik,” tutur dia.

Eko menyarankan agar pemerintah lebih fokus untuk mengurangi importasi terlebih dahulu terhadap sejumlah komoditas pangan yang kecenderungannya meningkat setiap tahun. Paling tidak dalam 20 tahun ke depan, seperti beras, gula, kedelai, bawang putih dan sebagainya.

“Beberapa komoditas ini cukup bertahan menjadi (produksi) nasional saja dalam 20 tahun ke depan, saya merasa itu sudah satu pencapaian yang luar biasa walaupun tidak ada salahnya menjadi lumbung pangan dunia,” ujarnya.

Dengan demikian, dikatakan Eko pemerintah mesti melihat kapasitas kelembagaan dan kemampuan anggaran demi mencapai visi menjadi lumbung pangan dunia. Jika perlu, dibuatkan peta jalan (road map) kedepan supaya Tanah Air benar-benar tidak bergantung lagi pada impor dalam 20 tahun yang akan datang.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia