Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Ajak Kadin Ambil Peluang Investasi Transisi EBT

Penulis : Happy Amanda Amalia
9 Sep 2024 | 22:12 WIB
BAGIKAN
Para pemangku kepentingan berdialog di Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024, membahas percepatan transisi energi terbarukan dan langkah menuju emisi nol bersih di Indonesia. (Istimewa)
Para pemangku kepentingan berdialog di Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024, membahas percepatan transisi energi terbarukan dan langkah menuju emisi nol bersih di Indonesia. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Republik Indonesia (RI) mengajak Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) untuk berkolaborasi melakukan transisi energi baru terbarukan (EBT) guna mencapai target emisi nol bersih pada 2060. Transisi ini diklaim memerlukan investasi sebesar US$ 55 miliar untuk 5 tahun ke depan.

Menurut Direktur Jenderal EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, energi baru terbarukan berperan penting dalam menciptakan peluang investasi baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Indonesia memerlukan investasi sebesar US$ 55 miliar dalam 5 tahun mendatang. Tapi untuk setahun kedepan saja, Indonesia sudah membutuhkan investasi sebesar US$ 14 miliar. Oleh karena itu kami mengajak para pelaku usaha Kadin untuk mengambil peluang besar dari transisi EBT dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk mencapai target emisi nol bersih pada 2060,” ujar Eniya dalam dialog “Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024”.

ADVERTISEMENT

Pokja Transisi Energi Kadin sendiri menegaskan pentingnya pemanfaatan energi baru terbarukan mempercepat transisi energi di Indonesia. Tercatat bahwa Indonesia memiliki sumber daya energi terbarukan dengan total 3.686 giga watt (GW), yang mencakup tenaga surya 3.295 GW, tenaga air 95 GW, bioenergi 57 GW, tenaga angin 155 GW, energi panas bumi 24 GW, dan energi laut 60 GW.

Ketua Pokja Transisi Energi Kadin Anthony Utomo menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin global dalam transisi energi menuju pencapaian emisi nol bersih. Ini karena Indonesia memiliki potensi sumber daya energi terbarukan yang melimpah serta komitmen kuat dari sektor swasta dan pemerintah dalam mendukung keberlanjutan energi di masa depan.

“Kami menyambut baik dialog ini sebagai upaya untuk mendorong akselerasi transisi energi baru terbarukan di Indonesia. Potensi ini tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, tetapi juga akan menjadikan industri nasional Indonesia bisa berkontribusi lebih banyak lagi untuk pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam aksi iklim global,” kata Anthony.

Sementara Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Ervan Maksum menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen melakukan pemetaan komprehensif terhadap seluruh sektor guna mencapai target emisi nol bersih, sekaligus menjadi landasan kuat dalam merumuskan kebijakan dan strategi yang tepat sasaran untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

"Pemetaan ini diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Melalui pemetaan sektor yang menyeluruh, kita dapat mengidentifikasi peluang investasi di sektor energi bersih, mendorong inovasi teknologi, dan menciptakan lapangan kerja baru. Ini merupakan langkah strategis untuk membangun Indonesia yang lebih berkelanjutan,” tuturnya.

CEO PT. Samator Indo Gas Tbk., sekaligus anggota Pokja Transisi Energi Kadin, Rachmat Harsono pun menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong transisi energi. Ia berharap pemerintah dapat memberikan insentif yang ebih menarik untuk mendorong partisipasi aktif pelaku usaha nasional.

Menurut dia, transisi energi membutuhkan upaya kolektif dan sinergis dari seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, hingga kampus.

“Kolaborasi dan dukungan ini dapat memperkuat peran pelaku usaha nasional dalam transisi energi. Semisal kerja sama dengan pihak universitas untuk Riset and Development, juga insentif yang tepat dari pemerintah sebagai katalisator bagi pelaku usaha nasional untuk berinvestasi lebih besar di sektor energi terbarukan,” tambah Rachmat

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 11 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia