Jumat, 15 Mei 2026

Chandra Asri Group Dorong Efisiensi Energi dan Air

Penulis : Juan Ardya Guardiola
10 Okt 2024 | 18:17 WIB
BAGIKAN
Gelaran acara BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC Senayan pada Selasa, 8 Oktober 2024.
Gelaran acara BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC Senayan pada Selasa, 8 Oktober 2024.

JAKARTA, investor.id - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) ingin menyiapkan langkah strategis dalam mendorong efisiensi penggunaan energi dan air dalam meningkatkan sumber daya yang berkelanjutan.

“Kedepan ini yang kita (Chandra Asri Group) lakukan adalah bagaimana efisiensi daripada esensi dari energi, penggunaan energi dapat berkurang,” kata Edi kepada Beritasatu.com dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC Senayan, Selasa (8/10).

Dari sisi sumber daya, Perseroan berkomitmen mengurangi intensitas pemakaian air sebesar 9% dari baseline 2023 hingga 2030. Perusahaan menargetkan pengurangan emisi sebesar 31,89% dari puncak emisi pada 2030 melalui berbagai aksi strategis, seperti peningkatan efisiensi energi, pengembangan bisnis hijau, dan solusi berbasis alam sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim.

ADVERTISEMENT

Legal, External Affairs & Circular Economy Director Chandra Asri Group, Edi Riva’i menjelaskan salah satu pengelolaan efisiensi energi yang telah dilakukan adalah pemanfaatan melalui energi panel surya. Pengubahan energi matahari menjadi energi listrik melalui pengumpulan sel surya telah memiliki berdampak yang positif.

“Upaya yang kita lakukan ini telah memberikan dampak positif, baik efisiensi maupun dampak keberlanjutan,” imbuh Edi.

Sementara itu, Chandra Asri Group juga memiliki produk unggulan berupa pembuatan aspal dengan campuran sampah plastik kresek untuk mendorong sirkuler ekonomi di Indonesia. Perusahaan mengadopsi penelitian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada tahun 2017 dengan menggunakan cacahan plastik kresek berbahan HDPE sebagai campuran aspal. Hasil uji coba menunjukkan bahwa formulasi ini mampu meningkatkan kualitas jalan. 

“Unggulan kita adalah pembuatan aspal plastik yang saat ini sudah 120 km kita lakukan di banyak tempat dan itu mengelola setidaknya 1.000 ton sampah plastik bernilai rendah,” ujarnya.

Chandra Asri Group berupaya untuk mengelola sampah plastik bernilai rendah seperti kantong kresek supaya dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Melalui aspal plastik, ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dapat ditingkatkan.

Selain itu, Edi juga menjelaskan program lain dari Chandra Asri Group bernama “SAGARA”, yakni mengumpulkan sampah dari pesisir laut. Sampah yang mempunyai nilai rendah itu akan bahan bakar yang setara minyak tanah dan bensin bernama PLUSRI.

Pengelolaan sampah pesisir laut itu telah dilakukan selama tiga tahun oleh Chandra Asri Group dan mampu memberikan dampak yang positif. Setidaknya sudah ada 1.000 Liter PLUSRI yang diproduksi.

Editor: Gesa Vitara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia