Penjualan Cemindo Melejit 37% di Kuartal III-2024
JAKARTA, investor.id - Industri semen pulih signifikan, dengan volume penjualan domestik naik 31% pada kuartal III-2024 dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara keseluruhan, pasar semen domestik menunjukkan tumbuh 0,82% hingga September 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan ini didorong oleh permintaan yang kuat untuk semen kantong dan curah, khususnya di pulau Sumatra dan Jawa. Salah satu pelaku industri semen Indonesia, PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT), produsen semen Merah Putih, mencatat pertumbuhan di tengah dinamika yang sedang terjadi.
“Cemindo mencatat lonjakan volume penjualan yang mengesankan, sebesar 37% pada kuartal III dibandingkan kuartal II tahun ini. Bahkan, penjualan semen kantong kami naik 42%, yang menunjukkan permintaan kuat di pasar regional Sumatra,” ungkap Chief Financial Officer Cemindo Ameesh Anand dalam keterangan resmi, Jumat (1/11/2024).
Selama sembilan bulan 2024, dia menuturkan, perseroan mencatat pendapatan Rp 6,5 triliun. Segmen klinker dan semen menyumbang 92% dari total pendapatan, sedangkan segmen turunan semen tumbuh sebesar 2%.
“Peningkatan penjualan di segmen turunan semen sebesar 24% dan kenaikan EBITDA sebesar 60% menunjukkan komitmen kami untuk memperluas bisnis di sektor bangunan dan material,” jelas dia.
Ameesh juga menjelaskan, industri semen diperkirakan terus tumbuh hingga akhir 2024. Normalisasi aktivitas manufaktur pasca-pemilu dan dukungan dari pemerintahan baru, termasuk komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), memberikan optimisme bagi pelaku industri.
“Penurunan suku bunga acuan oleh The Fed dan Bank Indonesia juga menjadi katalis positif, yang dapat mendorong aktivitas infrastruktur dan properti. Kami optimistis dengan dukungan pemerintah, volume penjualan semen bisa meningkat sekitar 6-8%, berkat program pembangunan 3 juta rumah yang akan diluncurkan pada awal 2025,” tambah Ameesh.
Dia menambahkan, anak perusahaan Cemindo di Vietnam tengah menghadapi tantangan akibat badai topan yang memperlambat aktivitas konstruksi. Meskipun begitu, Ameesh menyatakan bahwa pasar semen domestik di sana mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Baca Juga:
Sritex Pailit, Industri Garmen TerjepitSaat ini, dia mengatakan, Cemindo tengah berfokus pada pengembangan bisnis turunan semen sebagai pilar pertumbuhan baru dan terus berkomitmen pada inovasi serta praktik keberlanjutan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan jaringan operasional yang luas, Cemindo siap mendukung pembangunan di seluruh Indonesia dan memperkuat posisinya di industri semen.
“Dengan pemulihan yang kuat ini, industri semen Indonesia tampaknya berada di jalur yang tepat untuk terus berkembang, memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional," pungkas dia.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler

