Masuki Era Baru, Aksi Iklim Jadi Strategi Bisnis Perusahaan
JAKARTA, investor.id–Kegiatan atau aksi-aksi pengendalian perubahan iklim kini mulai menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis yang dilaksanakan oleh sejumlah perusahaan. Aksi iklim tersebut di antaranya penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) serta restorasi hutan.
Demikian terungkap saat CEO Dialogue on Climate Actions yang digelar di Paviliun Indonesia saat COP29 UNFCCC di Kota Baku, Azerbaijan, pada 11 November 2024. Hadir sebagai panelis di diskusi itu adalah Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp & Paper (APRIL Group) Sihol P Aritonang dan Presiden Direktur PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi.
Panelis lainnya adalah Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk Febriany Eddy, Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk Amri Siahaan, serta Direktur PT Astra International Tbk Gita Tiffany Boer. COP29 dijadwalkan berlangsung pada 11-22 November 2024.
Sihol P Aritonang mengungkapkan, APRIL Group mengimplementasikan pendekatan produksi-proteksi dalam pengelolaan areal produksi hutan. Melalui pendekatan tersebut, APRIL Group berkomitmen untuk merestorasi dan melindungi hutan yang luasnya setara dengan areal produksi.
Saat ini, APRIL Group mengelola 454.045 hektare (ha) hutan industri. Sementara itu, luas hutan yang mendapat dukungan konservasi dan restorasi telah mencapai 361.231 ha. “Melalui pendekatan produksi-proteksi, hasil dari pengelolaan hutan industri dikembalikan untuk mengembalikan hutan alam,” kata Sihol.
Dalam keterangan yang dikutip Selasa (12/11/2024), Rahmad Pribadi juga mengungkapkan, Pupuk Indonesia sedang mengembangkan amonia bersih untuk mendukung pengurangan emisi karbon. "Pemanfaatan amonia bersih akan menyokong penyediaan pupuk untuk ketahanan pangan sekaligus bagi ketahanan energi,” ujar Rahmad.
Sedangkan Febriany Eddy mengungkapkan, salah satu aksi iklim yang dilakukan Vale adalah dengan merehabilitasi lahan bekas tambang mendekati kondisi sebelum ditambang. Vale telah menanam 13,5 juta pohon dengan lebih dari 180 ribu berupa tanaman endemik.
Di sisi lain, Amri Siahaan menjelaskan, Medco Energi memiliki target mencapai Net Zero Emission (NZE) untuk scope 1-2 pada 2050 dan scope 3 pada 2060. Pengurangan emisi karbon dilakukan pada proses operasi. Pada 2023, ada 31 inisiatif pengurangan emisi karbon yang dilakukan dan berhasil mengurangi emisi 241.556 ton CO2 per tahun. "Kami juga mengeksplorasi potensi teknologi carbon capture and storage," kata dia.
Gita Tiffany Boer menjelaskan, Astra Group mendukung pengurangan emisi untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia melalui tiga sektor utama, yaitu energi, pengelolaan sampah, dan FoLU (forestry and other land use). “Dari sektor energi, konsumsi energi Astra Group yang berasal dari EBT telah mencapai 44,63%,” tandas dia.
Editor: Tri Listiyarini
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






