Jumat, 15 Mei 2026

Mengapa Bali adalah Destinasi Favorit untuk Investasi Properti di Asia Tenggara?

Penulis : Gesa Vitara
18 Nov 2024 | 15:27 WIB
BAGIKAN
Properti di Bali.
Properti di Bali.

BALI, investor.id - Berinvestasi di Bali sudah bukan jadi dominasi resor mahal ataupun kelompok hotel saja. Sudah banyak perorangan yang membangun portofolio properti mereka di pulau dewata. Memiliki lebih dari satu hunian berarti investor tersebut mampu untuk mengatur kekayaan mereka dan pandai mengambil kesempatan.

 4 Alasan Properti di Bali jadi semakin Populer

Dibandingkan dengan area wisata lain di kawasan ASEAN, Bali termasuk memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Hal itu didukung oleh ke empat hal berikut:

1. Pasar Cenderung Stabil

ADVERTISEMENT

Walaupun jarang terjadi, akan tetapi harga pasaran properti juga bisa mengalami penurunan, terutama di daerah wisata atau kawasan yang pernah terkena bencana alam. Tapi yang terjadi di Bali justru sebaliknya, harga properti akan naik secara stabil. Sehingga investor bisa memperkirakan kapan mereka bisa break even atau mendapatkan uang modal kembali.

Stabilitas pasar ini juga didukung oleh berbagai hal seperti jumlah wisatawan yang juga terus meningkat. Dan berbagai hal seperti ada semakin banyak tren baru yang muncul di Bali, terutama yang berkaitan dengan sustainability atau keberlangsungan alam.

2. Ada Insentif Dari Pemerintah Indonesia

Secara umum, keadaan ekonomi Indonesia yang cukup stabil bisa menarik wisatawan dan juga investor asing. Ditambah lagi, pemerintah juga rutin memberikan bantuan dalam bentuk kemudahan pengurusan surat-surat dan proses pembangunan. Peraturan pemerintah yang mengharuskan pembangunan untuk menggunakan arsitek bersertifikat juga dimaksudkan untuk melindungi pemilik dan mereka yang tinggal di properti tersebut.

Berbagai kemudahan yang diberikan oleh pemerintah diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan jumlah investasi yang ada di Bali. Selain itu, juga ada dorongan untuk membangun satu bentuk siklus ekonomi yang terus berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

3. Bisa Dimanfaatkan Sendiri

Memiliki properti di Bali memang lebih menguntungkan jika disewakan. Akan tetapi, tidak sedikit investor yang beli Villa di Bali untuk dinikmati sendiri bersama keluarga. Selain bisa menghemat biaya akomodasi saat liburan, memiliki Villa sendiri juga menjamin privasi pemilik.

4. Keindahan Alam Tiada Tanding

Pesona alam Bali yang sangat cantik dapat membuat siapa saja terpesona dan ingin tinggal di sana cukup lama. Terutama jika mereka bisa langsung melihat pemandangan itu dari dalam kamar atau rumah yang ditempati.

Bali menawarkan berbagai bentuk keindahan alam sesuai dengan pilihan investor. Pemandangan laut dan pantai tetap menjadi favorit banyak orang. Tapi pegunungan, sawah, dan juga sungai juga banyak dicari para wisatawan. Terutama mereka yang sedang ingin sendiri dan kembali bersatu dengan alam. 

Memilih Properti Terbaik

Ada cukup banyak pertimbangan yang harus dilakukan sebelum memilih properti. Selain lokasi, investor juga harus siap dengan berbagai pengeluaran di luar harga yang ditawarkan. Semua ini dimaksudkan agar proses jual beli dan kepemilikan berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Investor yang sudah memastikan semuanya sudah sesuai akan mendapatkan hasilnya dalam waktu kurang dari 10 tahun. Rata-rata ROI properti di Bali ada di angka 10-15%, dan untuk properti mewah, nilai ROI bahkan bisa lebih tinggi lagi hingga 25%. 

Selain Villa, investor dapat berinvestasi jangka panjang dengan beli tanah di Bali dekat pantai atau area populer. Hal ini bisa jadi pilihan terbaik bagi investor yang ingin memiliki sesuatu yang unik dan lebih dari sekedar hunian sementara. Terlebih lagi jika tidak ada daerah atau hotel yang seperti mereka mau.

Editor: Gesa Vitara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia