Pasar Otomotif Bisa Makin Tersungkur Karena PPN 12%
JAKARTA, investor.id – Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam menyebut hampir semua pengusaha di sektor otomotif berharap kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% di tahun 2025 bisa ditunda terlebih dulu.
Menurut dia, penaikan PPN hendaknya bisa diimplementasikan saat perekonomian sudah membaik.
“Jangan dalam kondisi permintaan lemah itu kemudian ditingkatkan PPN-nya. Nah, kalau kita lihat tahun ini saja lesunya ekonomi itu terefleksi di pasar otomotif di dalam negeri itu drop kurang lebih sekitar 15% ya,” beber Bob Azam dalam Investor Market Today di IDTV, Selasa (19/11/2024).
Dia mengatakan, kontraksi kinerja industri otomotif terjadi pada tahun ini masih berpotensi berlanjut pada tahun depan. Terlebih jika PPN 12% betul diimplementasikan pada tahun 2025 mendatang. Kemungkinan pasar otomotif akan ambles lebih dalam atau lagi-lagi meleset dari target yang dicanangkan sekitar 850.000 unit.
Baca Juga:
PPN 12% Bisa Pukul Multifinance“Ya, mungkin di Asean kedepan, Malaysia akan menjadi pasar nomor satu kalau tidak segera kita lakukan upaya-upaya untuk mendorong pasar dalam negeri ini bisa tumbuh lagi, gitu loh. Dan ini juga akan berpengaruh terhadap investasi yang akan masuk kedepan,” ujar Bon Azam.
Lebih lanjut, kata Bob, investor asing yang akan menanamkan modalnya ke dalam negeri tentu akan memperhatikan perkembangan pasar domestik. Jika pasar domestik tidak memiliki geliat yang cukup, maka tentu investor asing akan berpikir dua kali untuk masuk.
“Jangan dipikir bahwa ini akan berdiri sendiri, pelemahan ini (akibat PPN 12%) akan menjadi vicious cycle,” tutupnya.
Baca Juga:
Gairah Otomotif Kembali MeletupEditor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






