Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Otomotif Bisa Makin Tersungkur Karena PPN 12%

Penulis : Vinnilya Huanggrio
19 Nov 2024 | 17:57 WIB
BAGIKAN
Logo Toyota. (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha/File Photo)
Logo Toyota. (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha/File Photo)

JAKARTA, investor.id – Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam menyebut hampir semua pengusaha di sektor otomotif berharap kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% di tahun 2025 bisa ditunda terlebih dulu.

Menurut dia, penaikan PPN hendaknya bisa diimplementasikan saat perekonomian sudah membaik.

“Jangan dalam kondisi permintaan lemah itu kemudian ditingkatkan PPN-nya. Nah, kalau kita lihat tahun ini saja lesunya ekonomi itu terefleksi di pasar otomotif di dalam negeri itu drop kurang lebih sekitar 15% ya,” beber Bob Azam dalam Investor Market Today di IDTV, Selasa (19/11/2024).

Dia mengatakan, kontraksi kinerja industri otomotif terjadi pada tahun ini masih berpotensi berlanjut pada tahun depan. Terlebih jika PPN 12% betul diimplementasikan pada tahun 2025 mendatang. Kemungkinan pasar otomotif akan ambles lebih dalam atau lagi-lagi meleset dari target yang dicanangkan sekitar 850.000 unit.

ADVERTISEMENT

“Ya, mungkin di Asean kedepan, Malaysia akan menjadi pasar nomor satu kalau tidak segera kita lakukan upaya-upaya untuk mendorong pasar dalam negeri ini bisa tumbuh lagi, gitu loh. Dan ini juga akan berpengaruh terhadap investasi yang akan masuk kedepan,” ujar Bon Azam.

Lebih lanjut, kata Bob, investor asing yang akan menanamkan modalnya ke dalam negeri tentu akan memperhatikan perkembangan pasar domestik. Jika pasar domestik tidak memiliki geliat yang cukup, maka tentu investor asing akan berpikir dua kali untuk masuk.

“Jangan dipikir bahwa ini akan berdiri sendiri, pelemahan ini (akibat PPN 12%) akan menjadi vicious cycle,” tutupnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia