Jumat, 15 Mei 2026

PPN 12% Buat Warga RI Urungkan Niat Beli Rumah

Investor.id
19 Nov 2024 | 18:48 WIB
BAGIKAN
Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Desa Lapang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Desa Lapang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

JAKARTA, investor.id – Kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% pada awal tahun 2025 direspon negatif berbagai kegiatan usaha, salah satunya sektor properti di dalam negeri.

Pasalnya, sektor properti yang juga salah satu kontributor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional akan sulit tumbuh di tengah kondisi ekonomi domestik dan global yang penuh tantangan.

Corporate Communication Department Head PT Modernland Realty Tbk (MDLN), Gunawan Setyo Hadi mengatakan kenaikan PPN 12% sudah dapat dipastikan melemahkan daya beli masyarakat untuk membeli rumah.

Dia menerangkan bahwa penjualan properti bakal terkena imbas karena harga properti semakin mahal. Kondisi itu pada gilirannya berdampak terhadap daya beli masyarakat, sehingga mereka akan menunda beli rumah sementara waktu.

ADVERTISEMENT

“Sudah pasti dapat melemahkan pasar properti untuk sementara waktu,” kata Gunawan saat dihubungi, pada Selasa (19/11/2024).

Untuk itu, sebagai salah satu pengembang perumahan yang tengah gencar melakukan ekspansi, saat ini pihaknya tengah mencermati seberapa parah dampaknya terhadap penjualan atau marketing sales perseroan.

“Karena semua yang terkait mengalami kenaikan, maka harga nilai jual sudah pasti akan naik, untuk itu kita akan melihat kondisi pasar dan perkembangannya terkait daya beli konsumen,” kata dia.

PPN 12% Buat Warga RI Urungkan Niat Beli Rumah
Ilustrasi: Investor Daily

Sementara itu, terkait dampak kenaikan PPN 12% terhadap target marketing sales, pengembang perumahan berkode saham MDLN di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) ini tengah melakukan konsolidasi besaran target yang akan dicapai tahun depan.

“Ini belum diputuskan, masih tahap dalam penyusunan budget,” kata Gunawan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia