Jumat, 15 Mei 2026

Animo Terhadap PLTS Atap Tinggi

Penulis : Edo Rusyanto
26 Nov 2024 | 17:12 WIB
BAGIKAN
dalam upaya mendukung transisi energi di Indonesia menuju ekonomi hijau, Pemerintah Republik Indonesia telah meningkatkan target penggunaan EBT menjadi 23% pada 2025 dan 31% pada 2030.
dalam upaya mendukung transisi energi di Indonesia menuju ekonomi hijau, Pemerintah Republik Indonesia telah meningkatkan target penggunaan EBT menjadi 23% pada 2025 dan 31% pada 2030.

Jakarta, Investor.id- Pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dinilai kian diminati. 

Menurut Rahmi Handayani, vice president (VP)  Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, tingginya animo masyarakat terhadap PLTS Atap terlihat dari data yang ada.

Data yang ada menunjukkan bahwa dari 900 Mega-watt kuota PLTS yang dibuka, hanya tersisa 85 Mega-watt pada akhir Juli 2024, atau kurang dari 10% dari kuota yang tersedia.

ADVERTISEMENT

“Sisa 85 MW akan ter-carry over ke tahun 2025,” ujar Rahmi dalam siaran pers Indonesia Solar Vision Forum 2024, Selasa (26/11/2024).

Pembicara lain dalam forum itu, yakni Mada Ayu Habsari, ketua Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) menyatakan bahwa tingginya tingkat pemenuhan kuota ini menegaskan respons positif terhadap sistem terbaru untuk PLTS Atap dari pelaku industri.

Dia menerangkan, inovasi dalam pembiayaan, seperti skema zero front-investment, menjadi salah satu pendorong utama yang memudahkan pelaku industri untuk beralih ke PLTS Atap.

Pendekatan ini, menurut Mada, tidak hanya meningkatkan daya tarik PLTS Atap tetapi juga memperkuat kepercayaan sektor industri terhadap potensi energi surya sebagai solusi jangka panjang.

Sementara itu, Direktur ATW Solar, Juan Davis, menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai sektor untuk mendorong percepatan adopsi energi surya di Indonesia.

“Salah satu tema utama yang terus muncul sepanjang hari ini adalah kolaborasi. Transisi menuju energi terbarukan membutuhkan upaya bersama dari pemerintah, sektor swasta, dan asosiasi. Forum seperti ini membuktikan bahwa kemitraan yang kuat dapat membantu kita mengatasi tantangan dan mendorong kemajuan nyata di sektor energi surya,” kata dia.

Sebagai perusahaan EPC Solar PV terkemuka di Indonesia, ATW Solar berharap dapat terus berpartisipasi dalam mendukung terciptanya sinergi yang kuat dalam upaya mempercepat adopsi energi surya dan mencapai target bauran EBT.

Bagi ATW Solar, inisiasi seperti Indonesia Solar Vision Forum 2024 diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan regulator, implementator, dan pelaku industri sehingga dapat mendorong kolaborasi antarsektor demi masa depan energi yang berkelanjutan di Indonesia.

Indonesia Solar Vision 2024 berlangsung di Jakarta, Kamis (22/11/2024).

Sementara itu, dalam upaya mendukung transisi energi di Indonesia menuju ekonomi hijau, Pemerintah Republik Indonesia telah meningkatkan target penggunaan EBT menjadi 23% pada 2025 dan 31% pada 2030.

Sebagai bagian dari komitmen ini, regulasi terkait energi surya terus dikembangkan, termasuk penerbitan Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2024 mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia