Jumat, 15 Mei 2026

Produsen Otomotif Hitung Dampak PPN 12%

Penulis : Medikantyo Junandika Adhikresna
8 Des 2024 | 15:20 WIB
BAGIKAN
Sejumlah pengunjung menyaksikan kendaraan yang dipamerkan pada pameran otomotif GAIKINDO Jakarta Auto Week 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Kabupaten Tangerag, Banten, Rabu (27/11/2024). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Sejumlah pengunjung menyaksikan kendaraan yang dipamerkan pada pameran otomotif GAIKINDO Jakarta Auto Week 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Kabupaten Tangerag, Banten, Rabu (27/11/2024). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah bersiap menerapkan kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% mulai 2025. Keputusan itu berdampak langsung pada strategi dan langkah produsen otomotif di Tanah Air.

Sejumlah produsen kendaraan baik roda empat dan roda dua mengungkap masih menunggu kepastian soal kebijakan tarif pajak dari pemerintah. Mereka mengakui tengah cemas manakala kebijakan tersebut langsung diterapkan dalam waktu dekat.

Kekhawatiran terbesar adalah semakin menurunnya daya beli masyarakat, sehingga pasar kendaraan tahun depan bisa semakin tersungkur. Mereka mengakui bahwa kondisi pasar sedang tidak baik-baik saja, seiring tekanan tambahan termasuk kebijakan PPN dan Opsen di tingkat daerah.

ADVERTISEMENT

“Harus diakui (kebijakan baru soal) PPN 12% dan Opsen membawa resiko baru terhadap pasar. Kami masih menghitung efek ini berdampak seberapa besar ke pasar. Ini juga menambah sejumlah risiko yang sebelumnya sudah ada,” ujar Chief Marketing Officer (CMO) Hyundai Motors Indonesia Budi Nur Mukmin di hadapan awak media, baru-baru ini.

Budi menyebut, faktor itu antara lain adanya kendala segi pembiayaan konsumen di tengah masih buruknya rasio pembiayaan bermasalah alias non performing loan (NPL). Dia menyebut, sejumlah tekanan itu dapat membuat pasar kendaraan roda empat di Indonesia bisa ambles hingga 8%.

Hyundai mengambil pedekatan untuk meluncurkan banyak produk, menjadi kiat yang bisa dilakukan untuk mendongkrak pasar. Termasuk merilis model kendaraan hybrid terbaru yakni Hyundai Santa Fe, demi memberikan alternatif penyegaran kepada masyarakat.

“Ini menjadi tantangan berat bagi pelaku industri otomotif, sehingga kalau ada bantuan atau keringanan dari pemerintah kami akan sangat berterimakasih. Situasi jelas tidak mudah dan ada faktor-faktor yang tidak bisa kami kontrol seperti kebijakan tadi,” ucap Budi.

Harga Motor Bisa Naik

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia