Produsen Otomotif Hitung Dampak PPN 12%
JAKARTA, investor.id – Pemerintah bersiap menerapkan kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% mulai 2025. Keputusan itu berdampak langsung pada strategi dan langkah produsen otomotif di Tanah Air.
Sejumlah produsen kendaraan baik roda empat dan roda dua mengungkap masih menunggu kepastian soal kebijakan tarif pajak dari pemerintah. Mereka mengakui tengah cemas manakala kebijakan tersebut langsung diterapkan dalam waktu dekat.
Kekhawatiran terbesar adalah semakin menurunnya daya beli masyarakat, sehingga pasar kendaraan tahun depan bisa semakin tersungkur. Mereka mengakui bahwa kondisi pasar sedang tidak baik-baik saja, seiring tekanan tambahan termasuk kebijakan PPN dan Opsen di tingkat daerah.
“Harus diakui (kebijakan baru soal) PPN 12% dan Opsen membawa resiko baru terhadap pasar. Kami masih menghitung efek ini berdampak seberapa besar ke pasar. Ini juga menambah sejumlah risiko yang sebelumnya sudah ada,” ujar Chief Marketing Officer (CMO) Hyundai Motors Indonesia Budi Nur Mukmin di hadapan awak media, baru-baru ini.
Budi menyebut, faktor itu antara lain adanya kendala segi pembiayaan konsumen di tengah masih buruknya rasio pembiayaan bermasalah alias non performing loan (NPL). Dia menyebut, sejumlah tekanan itu dapat membuat pasar kendaraan roda empat di Indonesia bisa ambles hingga 8%.
Hyundai mengambil pedekatan untuk meluncurkan banyak produk, menjadi kiat yang bisa dilakukan untuk mendongkrak pasar. Termasuk merilis model kendaraan hybrid terbaru yakni Hyundai Santa Fe, demi memberikan alternatif penyegaran kepada masyarakat.
“Ini menjadi tantangan berat bagi pelaku industri otomotif, sehingga kalau ada bantuan atau keringanan dari pemerintah kami akan sangat berterimakasih. Situasi jelas tidak mudah dan ada faktor-faktor yang tidak bisa kami kontrol seperti kebijakan tadi,” ucap Budi.
Harga Motor Bisa Naik
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


