Jumat, 15 Mei 2026

Bentuk Satgas, Pertamina Jamin Distribusi BBM dan LPG saat Nataru

Penulis : Zhulfakar
9 Des 2024 | 17:23 WIB
BAGIKAN
Dirut PLN Darmawan Prasodjo (kanan) bersama Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri (kiri) menyampaikan paparan pada konferensi pers kesiapan PLN dan Pertamina jelang Natal dan Tahun Baru di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12/2024). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Dirut PLN Darmawan Prasodjo (kanan) bersama Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri (kiri) menyampaikan paparan pada konferensi pers kesiapan PLN dan Pertamina jelang Natal dan Tahun Baru di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12/2024). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina (Persero) telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) sebagai antisipasi lonjakan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh masyarakat ketika musim libur Natal dan Tahun Baru.

“Tugas utamanya (Satgas) adalah memastikan kelancaran distribusi BBM-LPG. Dan tentunya sebagai antisipasi untuk prediksi puncak arus berangkat Natal pada tanggal 24 Desember dan arus balik Natal pada 28 Desember. Begitu juga antisipasi untuk arus libur Tahun Baru pada 31 Desember dan arus balik pada 4 Januari,” kata Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat pada Senin (09/12/2024).

Simon mengatakan Satgas Nataru 2024-2025 Pertamina akan mulai efektif bekerja pada 16 Desember 2024 hingga 9 Januari 2025.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Simon menuturkan Pertamina akan berkomitmen menjamin kesiapan stok, infrastruktur dan layanan pendukung. Terutama kesiapan pada penyaluran BBM dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

“Saat ini kami memastikan kondisi aman dan infrastruktur sarana-prasarana telah kami siagakan. Antara lain 7.786 SPBU, 6.802 Pertashop, SPBUN untuk bahan bakar pengguna, bahan bakar bunker. Begitu juga dengan 6.478 agen LPG, baik yang produk LPG 3 kilo PSO (subsidi) 5.589 dan non-PSO 889 (agen). Begitu juga kami siaga dengan 754 SPBE, LPG dan 156 agen minyak tanah,” ungkapnya.

Simon menuturkan pihaknya memperkirakan akan ada lonjakan permintaan BBM bensin pada saat masa libur Nataru ini sebesar 5% jika dibandingkan dengan permintaan pada kondisi normal.

“Tentunya kesiapan ini setelah kami memperhatikan demand, akan adanya kenaikan demand pada akhir tahun ini. Setelah kami perhitungkan kurang lebih akan peningkatan demand 5% dibandingkan normal untuk gasoline (bensin),” tandas dia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia