Gen Milenial dan Gen Z Dorong Potensi Pasar Bisnis Laundry Makin Besar
JAKARTA, investor.id – Potensi pasar bisnis laundry masih besar. Hal ini salah satunya didorong oleh populasi generasi milenial (Gen Milenial) dan generasi Z (Gen Z) yang mendominasi populasi Indonesia saat ini.
“Populasi negara kita terus meningkat yang didominasi oleh Gen Milenial dan Gen Z. Gaya hidup mereka menuntut pada kecepatan, kepraktisan, dan ingin yang serba mudah karena semakin mager (malas gerak). Karena itu, bisnis laundry ini potensi marketnya masih sangat besar. Bisnis ini tumbuh 50% saat bisnis lain justru tutup,” kata pebisnis dan motivator Helmy Yahya di Laundry Innovation Summit 2024 di Jakarta, pada Selasa (10/11/2024.
Helmy pun memberikan kiat sukses berbisnis, termasuk laundry. “Yang kita perlukan sebagai pengusaha adalah terus melakukan terobosan, adaptif terhadap segala perubahan, komunikasi dan berkolaborasilah!” ujar Helmy yang juga menjadi supplier mesin laundry.
Satu lagi, kata Helmy, “Jangan pernah berbisnis untuk mencari uang. Karena uang adalah bonus dari pelayanan yang dilakukan ke customer,” tegas Helmy
“Berbisnis itu bagaimana kita memberikan pelayanna kepuasan kepada pelanggan. Kalau konsumen puas, dia akan memberikan rekomendasi kepada orang lain,” ujar Helmy.
Laundry Innovation Summit (LIS) 2024 digelar dua hari, 9-10 Desember 2024 di Jakarta. Rangkaian seminar dan pameran teknologi di bidang laundry diselenggarakan oleh Apique Group di Thamrin Nine Ballroom. Sebanyak 500 peserta yang terdiri dari para pengusaha laundry (laundrypreneur) dan calon laundrypreneur datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti event seminar laundry pertama dan terbesar di tanah air ini.
“Apique Group telah bermitra dengan 400+ pengusaha laundry dan membangun ekosistem bisnis laundry. Menjadi market leader di bidang ini mengantarkan kami untuk mewujudkan event seminar laundry pertama dan terbesar di Indonesia. Kesempatan ini menjadi momen untuk para laundrypreneur dan mereka yang tertarik terjun ke bisnis laundry untuk menggali dan membedah bisnis ini dengan para ahlinya,” kata Founder & CEO PT. Apique Resikindo Prima (Apique Group) Apik Primadya.
Apik mengungkap, pasar bisnis laundry sangat besar. “Saat ini di Indonesia ada hampir 30 ribu usaha laundry. Masih banyak lagi yang belum terdaftar,” kata Apik.
Pria yang juga tercatat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) periode 2023-2027 ini memastikan, dalam dua hari, peserta memperoleh pengetahuan, pemahaman dan ‘pengalaman’ dari para expert di bidang usaha laundry. Peserta juga mendapat berbagai informasi terkait teknologi terkini, peluang dan kompetensi bisnis, cara meningkatkan omzet, kepemimpinan, serta solusi inovatif yang dapat membawa usaha laundry peserta ke level berikutnya, khususnya menyambut tahun 2025.
Editor: Mardiana Makmun
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen
Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang
Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data
Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah PutihKetika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel
Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh
Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.Tag Terpopuler
Terpopuler





