Kamis, 14 Mei 2026

Petrosea Catatkan Obligasi & Sukuk Ijarah Berkelanjutan Tahap I Senilai Rp 1,5 Triliun

Penulis : Yurike Metriani
17 Des 2024 | 08:05 WIB
BAGIKAN
Petrosea melakukan pencatatan Obligasi Berkelanjutan I tahap I tahun 2024 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I tahap I tahun 2024 di BEI senilai Rp 1,5 triliun. (Petrosea/Istimewa)
Petrosea melakukan pencatatan Obligasi Berkelanjutan I tahap I tahun 2024 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I tahap I tahun 2024 di BEI senilai Rp 1,5 triliun. (Petrosea/Istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Petrosea Tbk (IDX:PTRO) melakukan pencatatan Obligasi Berkelanjutan I tahap I tahun 2024 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I tahap I tahun 2024 di Bursa Efek Indonesia senilai Rp 1,5 triliun. Rincian Obligasi Berkelanjutan PTRO dengan jumlah pokok senilai Rp 1 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan dengan sisa imbalan ijarah senilai Rp 500 miliar.

“Seluruh dana akan digunakan untuk memperkuat modal kerja guna mendukung realisasi  kontrak-kontrak yang telah diperoleh Petrosea pada lini bisnis Kontak Pertambangan dan EPC terintegrasi,” ujar Chief Investment Officer PT Petrosea Tbk, Kartika Hendrawan.

Petrosea mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari 2 kali untuk Obligasi  Berkelanjutan I tahap I dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I tahap I tahun 2024. Penerbitan ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I dengan total nilai Rp 2 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I dengan total nilai Rp 1 triliun.

ADVERTISEMENT

Menurut data dan informasi dari perusahaan serta Laporan Keuangan Audit per 30 Juni  2024 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2023, Petrosea telah memperoleh corporate rating idA+ (Single A Plus; Stable Outlook)  dan idA+(sy) (Single A Plus Syariah) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Seluruh target kinerja operasional dan keuangan Petrosea didukung oleh budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan (K3L) yang kuat melalui penerapan target zero accidentoperational excellence dan continuous improvement, serta faktor pengelolaan risiko dan Good Corporate Governance (GCG) sebagai tulang punggung perusahaan yang  berkesinambungan.

Editor: Gesa Vitara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia