Jumat, 15 Mei 2026

Pembenahan Irigasi Difokuskan di Pulau Jawa untuk Kejar Swasembada Pangan

Penulis : Muhammad F
30 Des 2024 | 16:52 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua dari kiri) dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (kedua dari kanan) usai Rapat Koordinasi (Rakor) dengan TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin (30/12/2024). (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua dari kiri) dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (kedua dari kanan) usai Rapat Koordinasi (Rakor) dengan TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin (30/12/2024). (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)

JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebutkan pembenahan sistem irigasi akan dilakukan secara masif mulai awal tahun 2025, dimana fokus utama di Pulau Jawa terlebih dahulu. Dia mengatakan bahwa sistem irigasi ini ditujukan untuk daerah dataran tinggi (upland) di Pulau Jawa, yang sekaligus melangsungkan normalisasi irigasi disana.

Hal ini disampaikan Amran selepas menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dengan TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Rakor tersebut dilakukan demi pembahasan irigasi nasional guna memastikan optimalisasi lahan (oplah) swasembada pangan.

“Jawa untuk upland dan normalisasi Pulau Jawa dulu. Karena produksi kita 50% sampai 60% dari Pulau Jawa. Normalisasi irigasi,” jelas Mentan Amran saat jumpa pers di kantor Kementan, Senin (30/12/2024).

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Mentan Amran mengungkapkan, proyek kolaborasi sistem irigasi yang dilakukan di luar pulau Jawa, akan difokuskan pada optimalisasi lahan (oplah). Oplah yang dimaksud yaitu lahan tanam berupa rawa untuk dioptimalkan menjadi lebih produktif.

“Kemudian luar Jawa adalah kita fokus pada oplah, optimalisasi lahan, yaitu daerah rawa yang dulu tanam 1 kali menjadi 3 kali. Jawa yang dulu tanam 2 kali menjadi 3 kali. Nah itu fokusnya,” jelas Amran.

Sedangkan untuk total luas lahan yang dinormalisasi sistem irigasinya, Amran menyebutkan, terdapat 1 juta dari 2 juta hektar lahan yang sudah ditargetkan pemerintah. “Itu tadi mungkin kurang lebih 1 juta dari 2 juta hektar (normalisasi irigasi). Kan ada rawa dan ada irigasi di Pulau Jawa,” tutur Amran.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengungkapkan, pemerintah telah menargetkan 2 juta hektare lahan pertanian yang akan dialiri oleh sistem irigasi terbaru. Target 2 juta hektare lahan ini akan mulai dilangsungkan pada awal tahun 2025.

Dody menjelaskan, dua juta hektar lahan tersebut adalah hasil pembahasan kolaborasi dari kementeriannya bersama Kementan dan TNI AD. “Area yang sudah kita identifikasi sekitar 2 juta hektare dan itu sudah kita kemudian bahas bersama,” jelas Dody saat jumpa pers.

Dody menerangkan, dari total lahan tanam seluas 2.087.602 hektare, luas sistem irigasi yang disediakan yakni 537.855 hektar. Selain itu, Dody mengatakan Kementerian PU juga mengoptimalisasi lahan (Oplah) seluas 665.485 hektare dan pompanisasi seluas 884.261 hektare.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia