Pembenahan Irigasi Difokuskan di Pulau Jawa untuk Kejar Swasembada Pangan
JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebutkan pembenahan sistem irigasi akan dilakukan secara masif mulai awal tahun 2025, dimana fokus utama di Pulau Jawa terlebih dahulu. Dia mengatakan bahwa sistem irigasi ini ditujukan untuk daerah dataran tinggi (upland) di Pulau Jawa, yang sekaligus melangsungkan normalisasi irigasi disana.
Hal ini disampaikan Amran selepas menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dengan TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Rakor tersebut dilakukan demi pembahasan irigasi nasional guna memastikan optimalisasi lahan (oplah) swasembada pangan.
“Jawa untuk upland dan normalisasi Pulau Jawa dulu. Karena produksi kita 50% sampai 60% dari Pulau Jawa. Normalisasi irigasi,” jelas Mentan Amran saat jumpa pers di kantor Kementan, Senin (30/12/2024).
Di sisi lain, Mentan Amran mengungkapkan, proyek kolaborasi sistem irigasi yang dilakukan di luar pulau Jawa, akan difokuskan pada optimalisasi lahan (oplah). Oplah yang dimaksud yaitu lahan tanam berupa rawa untuk dioptimalkan menjadi lebih produktif.
“Kemudian luar Jawa adalah kita fokus pada oplah, optimalisasi lahan, yaitu daerah rawa yang dulu tanam 1 kali menjadi 3 kali. Jawa yang dulu tanam 2 kali menjadi 3 kali. Nah itu fokusnya,” jelas Amran.
Sedangkan untuk total luas lahan yang dinormalisasi sistem irigasinya, Amran menyebutkan, terdapat 1 juta dari 2 juta hektar lahan yang sudah ditargetkan pemerintah. “Itu tadi mungkin kurang lebih 1 juta dari 2 juta hektar (normalisasi irigasi). Kan ada rawa dan ada irigasi di Pulau Jawa,” tutur Amran.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengungkapkan, pemerintah telah menargetkan 2 juta hektare lahan pertanian yang akan dialiri oleh sistem irigasi terbaru. Target 2 juta hektare lahan ini akan mulai dilangsungkan pada awal tahun 2025.
Baca Juga:
Teken Kontrak dengan Kementan, Pupuk Indonesia Siap Salurkan Pupuk Bersubsidi Mulai 1 Januari 2025Dody menjelaskan, dua juta hektar lahan tersebut adalah hasil pembahasan kolaborasi dari kementeriannya bersama Kementan dan TNI AD. “Area yang sudah kita identifikasi sekitar 2 juta hektare dan itu sudah kita kemudian bahas bersama,” jelas Dody saat jumpa pers.
Dody menerangkan, dari total lahan tanam seluas 2.087.602 hektare, luas sistem irigasi yang disediakan yakni 537.855 hektar. Selain itu, Dody mengatakan Kementerian PU juga mengoptimalisasi lahan (Oplah) seluas 665.485 hektare dan pompanisasi seluas 884.261 hektare.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






