Sabtu, 4 April 2026

Kelas Menengah Bertumbuh, Pasar Personal Care dan Hygiene di RI Makin Menjanjikan 

Penulis : Imam Suhartadi
3 Jan 2025 | 10:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi.
Ilustrasi investasi.

JAKARTA, investor.id - Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan untuk produk personal care dan hygiene karena memiliki penduduk lebih dari 280 juta jiwa. Sebagai salah satu negara Asia Tenggara, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi kelas menengah dan penduduk yang stabil .

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia pada tahun 2024 adalah 47,85 juta orang. Jumlah ini setara dengan 17,13% dari total penduduk Indonesia.

Selain itu , produsen Super Absorbent Polimer (SAP) belum banyak dan kebanyakan masih impor sehingga peluang personal care dan hygiene untuk bertumbuh dan berkembang di Indonesia masih sangat besar.

Advertisement

Sebagai informasi, berdasarkan Euromonitor International nilai pasar ritel untuk produk popok bayi di Indonesia diestimasikan akan terus naik dengan CAGR 10,8% per tahun selama periode 2018-2023, hingga nilainya mencapai Rp33,5 triliun pada 2023.

Indonesia memiliki populasi penduduk yang tinggi namun jumlah pemakaian popom masih relatif kecil dibandingkan dengan negara lainnya. Rata-rata tingkat penggunaan popok tahunan per kapita di Indonesia hanya sebesar 282 buah, dimana pencapaian ini masih berada di bawah Malaysia mencapai 438 buah per kapita per tahun.

Sedangkan Malaysia sendiri memiliki jumlah populasi bayi dan anak-anak yang lebih minim dibandingkan dengan Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi tingkat pendapatan per kapita, dengan demikian peningkatan pendapatan per kapita juga akan turut menjadi pendorong meningkatnya konsumsi masyarakat untuk produk-produk higenis.

Hal ini terlihat di negara Jepang yang merupakan negara maju dimana tingkat rata-rata penggunaan popok tahunan per kapita dapat mencapai 1.735 buah.

Melihat peluang pasar Indonesia yang menjanjikan,  PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), perusahaan yang bergerak di sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), mengumumkan langkah strategisnya dengan menandatangani Nota Kesepakatan (MOU) bersama NicePaper sebagai salah satu manufaktur produsen produk personal care dan hygiene terbesar di Fujian, Tiongkok yang memproduksi produk popok bayi, popok dewasa, pembalut, dan tisu basah pada Kamis, (2/1/2025) di Kantor MMIX, Jakarta Barat.

NicePaper juga dikenal sebagai pabrik terbesar masker pada saat pandemi melanda Tiongkok tahun 2020 yang telah memiliki standar FDA dan ISO Manajemen Mutu dalam Industri FMCG. Kerja sama ini bertujuan untuk membangun pabrik popok pertama MMIX di Indonesia, yang berlokasi di Tangerang, Banten.

Pembangunan pabrik ini menjadi tonggak penting dalam mendukung pertumbuhan industri kesehatan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat di Indonesia.

Direktur Utama PT Multi Medika Internasional Tbk, Mengky Mangarek, menjelaskan bahwa keberadaan pabrik ini akan menguatkan posisi MMIX sebagai salah satu pendatang baru di dunia personal care khusus nya popok bayi, dewasa dan pembalut wanita.

Selain itu, dapat memberikan banyak manfaat strategis, termasuk membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, mengurangi ketergantungan pada produk impor, dan mempercepat proses distribusi produk ke seluruh wilayah di Indonesia.

“Kami sangat antusias untuk memulai proyek ini bersama NicePaper. Dengan kolaborasi ini, diharapkan akan terjadi peralihan penggunaan Teknologi SAP (Super Absorbent Polimer) asal Jepang dan Jerman, termasuk menjadi bahan baku penunjang tekstil non woven lainnya yang sangat dibutuhkan untuk industri kesehatan dan rumah sakit, maupun kebutuhan personal care yang memiliki kualitas terbaik di dunia.” ujar Mengky.

Kerja sama dengan NicePaper, yang telah memproduksi produk-produk hygiene terpercaya dengan teknologi Jepang-Jerman dan sudah tersebar di salah satu retail terkemuka yang memiliki 20.000 toko di seluruh Indonesia, diharapkan dapat membawa inovasi baru ke pasar popok di Indonesia. 

Langkah ini sejalan dengan visi MMIX untuk menjadi pelopor dalam menyediakan produk kesehatan dan perawatan berkualitas tinggi.

Direktur NicePaper, Wu Qinqiu berharap kehadiran NicePaper di Indonesia, akan terjadi alih teknologi yang dapat mengurangi ketergantungan impor dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, kerja sama dengan MMIX merupakan keputusan yang sangat logis, dikarenakan telah mengenal MMIX sejak tahun 2020, ketika pandemi Covid-19 melanda dunia. Ketika itu MMIX menjadi partner sebagai distributor masker di Indonesia.

Kelas Menengah Bertumbuh, Pasar Personal Care dan Hygiene di RI Makin Menjanjikan 
MMIX Menandatangani MOU dengan NicePaper untuk membangun pabrik popok di Indonesia, Kamis (2/1/2025).

NicePaper juga menyuplai salah satu bahan lapisan masker yang digunakan untuk mencegah virus dan bakteri. MMIX menjadi adalah satu market leader untuk mendistribusikan masker medis dan masker sehari-hari di Indonesia.

“Dengan kerja sama itulah, kami telah mengenal dan yakin dengan kemampuan MMIX sebagai distributor masker kesehatan terkemuka dan personal care di Indonesia,” katanya.

Dengan adanya pabrik baru ini, MMIX optimistis akan menjadi salah satu pemain yang diperhitungkan pada jangka waktu 3-5 tahun kedepan. MMIX sendiri sudah menjadi salah satu pemain dalam sektor health care dan melantai di Bursa Efek sejak tahun 2022. Walaupun baru seumur jagung, MMIX sudah sangat agresif meluncurkan produk-produk FMCG dan personal care unggulan sebagai strategi ekspansi perseroan utk tetap tumbuh rata 25% tiap tahunnya.

“MMIX melakukan aksi korporasi ini untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memenuhi kebutuhan domestik personal care dan hygiene, juga dapat diekspor ke negara tetangga seperti Australia, Singapura, Timur Tengah bahkan ke benua Amerika.” tambah Direktur Utama MMIX, Mengky Mangarek .


 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 menit yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 13 menit yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Market 24 menit yang lalu

Laba Mitratel (MTEL) Rp 2,1 Triliun

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,11 triliun tahun 2025.
International 44 menit yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 50 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 54 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia