Jumat, 15 Mei 2026

Qatar Teken Investasi 1 Juta Hunian Rusun di Perkotaan

Penulis : Prisma Ardianto
8 Jan 2025 | 19:24 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjabat tangan dengan investor Qatar Sheikh Abdul Aziz Al Thani (kanan) disaksikan Menteri PKP Maruarar Sirait (kiri) usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Qatar di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2025). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjabat tangan dengan investor Qatar Sheikh Abdul Aziz Al Thani (kanan) disaksikan Menteri PKP Maruarar Sirait (kiri) usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Qatar di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2025). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Qatar menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di sektor perumahan. Dalam hal ini, Qatar akan berinvestasi proyek 1 juta hunian vertikal alias rumah susun (rusun) di perkotaan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

MOU diteken Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan investor Qatar Sheikh Abdul Aziz Al Thani di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (8/1/2025), serta disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan itu, Sheikh Abdul Aziz Al Thani menyampaikan komitmen Pemerintah Qatar mendukung program pembangunan rumah oleh pemerintahan Presiden Prabowo.

ADVERTISEMENT

“Kami akan bekerja profesional dengan seluruh pihak di belakang kami. Saya berharap adanya dukungan Presiden dan semua yang ada di sini, Bapak Hashim, menteri-menteri, kita akan berhasil,” kata Sheikh Abdul Aziz Al Thani, seperti dikutip dari Antara.

Dia juga meneruskan pesan dari Raja Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengenai hubungan antara Indonesia dan Qatar. “Indonesia dan Qatar punya hubungan yang kuat sehingga kami akan mendukung Indonesia di berbagai sektor, dan salah satunya sektor bisnis,” kata dia.

Seperti yang diketahui, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasang target ambisius untuk membangun tiga juta rumah per tahun dalam pemerintahannya. Pembangunan hunian ini utamanya ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

Turut hadir Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah. Dia menjelaskan, investasi yang digelontorkan Qatar kepada Indonesia ditujukan untuk membangun satu juta rumah dengan konsep hunian vertikal di perkotaan.

Fahri mengatakan hunian-hunian vertikal itu bakal segera dibangun untuk menyediakan rumah-rumah layak huni bagi masyarakat kelas menengah ke bawah di perkotaan. Konsep tersebut dipilih mengingat saat ini banyak dari mereka belum punya rumah dan menempati rumah-rumah di kawasan kumuh yang tidak layak huni.

“Itu kira-kira satu juta unit yang komitmen (untuk dibangun). Ini yang untuk rusun (rumah susun) dulu ya, lebih vertikal ya, vertical housing (hunian vertikal),” kata Fahri Hamzah.

Dimana Rusun akan Dibangun?

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membeberkan sejumlah lokasi untuk pembangunan 1 juta rumah vertikal yang dimaksud. Dia menerangkan, lahan yang akan dipakai berasal dari tanah negara yang dicatatkan sejumlah kementerian/lembaga (K/L), BUMN, hingga DJKN.

Penyediaan lahan tersebut akan berlangsung melalui pendekatan kolaborasi, sehingga proses pembangunan satu juta hunian tersebut dapat segera dilakukan memenuhi target penyediaan hunian bagi MBR.

“Kita menyiapkan lahan yang dimiliki negara. Pak Erick (Menteri BUMN) nanti akan menyiapkan dari PT PP, Kereta Api, Perumnas. Kemudian juga dari Kemensetneg ada di Kemayoran dan ada di sekitar Senayan. Kemudian dari Kementerian Keuangan dari DJKN ada di Kalibata,” kata Maruarar.

Lahan-lahan yang telah disiapkan itu memang sengaja difokuskan di perkotaan, lantaran pemerintah memang memprioritaskan pembangunan satu juta hunian yang didanai Qatar tersebut untuk masyarakat kota.

Di samping itu, Pria yang akrab disapa Ara itu menyebutkan lahan yang disediakan tersebut dipastikan merupakan lahan idle. Lahan idle sendiri dikenal juga sebagai tanah yang tidak digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas dan fungsi K/L. Ini juga selaras dengan MoU antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Qatar secara G2G.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia