Kamis, 14 Mei 2026

Obligasi Penambah Keyakinan Diri

Penulis : Edo Rusyanto
10 Jan 2025 | 17:34 WIB
BAGIKAN
PT Indonesian Paradise Property Tbk meyakini bisnis kian bertumbuh usai menerbitkan obligasi Rp500 miliar.
PT Indonesian Paradise Property Tbk meyakini bisnis kian bertumbuh usai menerbitkan obligasi Rp500 miliar.

Jakarta, Investor.id- Obligasi PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia) mencatat kelebihan pemesanan (oversubscribe) hamper dua kali lipat.

Rencananya, emiten berkode saham INPP itu menggelar Penawaran umum Obligasi I  Indonesian Paradise Property Tahun 2025 senilai Rp500 miliar.

"Kami bersyukur atas keberhasilan proses penerbitan Obligasi I Indonesian Paradise Property Tahun 2025. Pencapaian ini menggarisbawahi kepercayaan yang kuat dari investor terhadap prospek Paradise Indonesia di masa mendatang,” ujar Presiden Direktur Indonesian Paradise Property, Anthony P Susilo dalam keterangan tertulis kepada Investor Daily, Jumat (10/1/2025).

ADVERTISEMENT

Manajemen INPP mengaku bahwa kelebihan pemesanan hamper dua kali lipat menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan Perseroan yang didukung oleh beberapa faktor utama.

Fokto itu mencakup arus kas yang solid sebagai perusahaan yang memiliki pendapatan berulang INPP yang stabil, posisi pasar yang baik dengan kualitas aset yang baik, dan jaringan brand hotel yang unggul.

Selain itu, track record penyelesaian proyek-proyek skala menengah di berbagai lokasi strategis di Indonesia.

Penawaran umum Obligasi I  Indonesian Paradise Property Tahun 2025 senilai Rp500 miliar ini menjadi langkah strategis dengan tujuan untuk refinancing utang serta untuk penyertaan modal pada perusahaan anak yang sedang membangun proyek di Semarang.

Obligasi ini diterbitkan dengan total jumlah pokok obligasi  sebesar  Rp500 miliar yang terbagi menjadi dua seri, yaitu Seri A sebesar Rp12,50 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,05% per tahun berjangka waktu tiga tahun.

Sedangkan Seri B sebesar Rp487,50 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,30% per tahun berjangka waktu lima tahun terhitung sejak tanggal Emisi.

“Hasil dari penerbitan Obligasi ini, setelah dikurangi biaya penerbitan, akan diarahkan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendorong pertumbuhan bisnis di masa mendatang kami. Dengan fondasi keuangan yang kuat ini, kami yakin akan kemampuan untuk meningkatkan skala bisnis yang lebih jauh dan memberikan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan investor," kata Anthony.

Obligasi  ini  mendapatkan peringkat  idAAA(cg)   dari PEFINDO. Obligasi ini ditanggung seluruhnya, tanpa syarat dan tidak dapat dibatalkan oleh Credit Guarantee & Investment Facility (CGIF), lembaga dana perwaliamanatan (trust fund) Asian Development Bank.

Obligasi ini dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Januari 2025.

Dengan alternatif sumber pendanaan ini, Paradise Indonesia juga memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk memperluas portofolionya melalui sejumlah proyek strategis, termasuk Antasari Place di Jakarta, 23 Paskal - Extension di Bandung, 23 Semarang, serta properti mixed-use di Balikpapan dan Makassar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia