Jumat, 15 Mei 2026

India Buka Keran Ekspor Gula, Usai Indonesia Umumkan Setop Impor Gula

Penulis : Prisma Ardianto
19 Jan 2025 | 22:24 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi stok gula pasir. (Antara/Irfan Anshori)
Ilustrasi stok gula pasir. (Antara/Irfan Anshori)

MUMBAI, investor.id – India dikabarkan kembali membuka keran ekspor gula sebanyak 1 juta ton, setelah tak mengizinkan ekspor pada periode 2023-2024. Salah satu pasar tujuan ekspor terbesarnya yaitu Indonesia telah mengumumkan untuk mengimpor gula pada tahun ini.

Mengacu laporan Reuters pada Minggu (19/1/2025), sumber dari pemerintah dan industri India mengatakan bahwa keputusan untuk kembali membuka keran ekspor didasarkan karena India tengah dilanda surplus stok gula. Kabar ini juga yang selanjutnya membuat harga gula lokal di India bergerak menurun dalam kurun 1 tahun terakhir.

Pemerintah India disebut akan mengumumkan untuk mengekspor 1 juta ton gula, dalam waktu dekat. Kebijakan itu dipercaya dapat memberikan tekanan lebih lanjut terhadap harga gula global.

ADVERTISEMENT

Keputusan India untuk mengekspor gula sebetulnya juga mengejutkan, mengingat produksi gula global diperkirakan lebih rendah dibandingkan konsumsi. Ini pertama kali terjadi setelah delapan tahun terakhir.

India adalah eksportir terbesar ke-2 selama lima tahun terakhir sampai dengan 2023, dengan target pasar utama Indonesia, Bangladesh, dan Uni Emirat Arab (UEA). Volume rata-rata ekspor 6,8 juta ton. India menyetop ekspor gula pada periode 2023-2024.

Indonesia sendiri memutuskan untuk tidak mengimpor gula pada tahun 2025 ini. Gula jadi salah satu dari empat komoditas yang tidak lagi diimpor Indonesia selain beras, garam, dan jagung.

Hal itu telah disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dalam berbagai kesempatan. Terakhir kali pada usai memimpin Rapat Koordinasi Lintas Kementerian dan Pemerintah Daerah di Baruga Pattingalloang, kompleks rumah dinas Gubernur Sulsel, Jumat (17/1/2025).

Pria yang akrab disapa Zulhas itu menyatakan penutupan keran impor beras, gula, garam, dan jagung tidak akan mengganggu pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai salah satu program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto. Karena disaat bersamaan, pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan produksi empet komoditas pangan tersebut.

Zulhas berkeyakinan Indonesia akan swasembada pangan tahun 2025 ini. Penutupan keran impor adalah bagian dari upaya swasembada pangan yang juga jadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia