Jumat, 15 Mei 2026

FlyJaya akan Mengudara di RI, Dua Menteri Prabowo Beberkan Dampak ke Garuda (GIAA)

Penulis : Bambang Ismoyo
21 Jan 2025 | 18:07 WIB
BAGIKAN
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) dan Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Erick Thohir (kiri) menyampaikan keterangan pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, pada Selasa (21/1/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) dan Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Erick Thohir (kiri) menyampaikan keterangan pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, pada Selasa (21/1/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Ekosistem aviasi atau penerbangan di dalam negeri akan semakin ramai dengan munculnya maskapai baru, yakni FlyJaya.

Kabarnya, FlyJaya akan mulai melakukan kegiatan operasionalnya pada tahun ini, meskipun belum diketahui pasti detail waktunya. Hal ini dikarenakan, FlyJaya belum memiliki Air Operator Certificate (AOC) atau izin wajib untuk beroperasi di wilayah udara Indonesia.

Merespons kabar tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Erick Thohir, turut memberikan tanggapannya.

ADVERTISEMENT

Dari sisi Kementerian Perhubungan, Dudy mengungkapkan bahwa pihaknya belum mengecek secara detail terkait adanya maskapai baru yang akan meramaikan dunia penerbangan di dalam negeri. Namun pada dasarnya, Dudy mendukung penuh hal tersebut, lantaran bakal menambah pilihan bagi masyarakat, serta diharapkan dapat menambah jumlah rute.

“Saya rasa kehadiran maskapai harus kita sambut dengan baik, apapun itu untuk bisa melayani lebih baik lagi kepada masyarakat,” ungkap Dudy di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (21/1/2025).

Dalam kesempatan sama, Erick Thohir yakin dengan bertambahnya maskapai penerbangan swasta tak akan menggerus pangsa pasar maskapai pelat merah seperti Garuda Indonesia (GIAA), Citilink, serta Pelita Air.

Dia mengungkapkan, Indonesia adalah negara yang besar, dan membutuhkan konektivitas udara yang memadai. Sehingga kolaborasi maskapai-maskapai yang berada di dalam negeri dapat mengoptimalkan permintaan pasar.

“Siapa pun yang berinvestasi untuk peningkatan daripada jumlah pesawat, tentu harus disambut dengan baik. Kami dari BUMN memaksimalkan. Tentu Pelita, Garuda atau Citilink akan didorong secara maksimal. Toh saya rasa market-nya cukup besar,” pungkas Erick.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 50 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 52 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia