Jumat, 15 Mei 2026

Menteri KKP Lapor Prabowo, Garam Masih Perlu Impor untuk Kebutuhan Ramadan

Penulis : Prisma Ardianto
5 Feb 2025 | 22:11 WIB
BAGIKAN
Petani dari kelompok Cipta Rasa Garam Madasri memperlihatkan hasil garam yang menggunakan teknologi tunnel geomembrane di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Petani dari kelompok Cipta Rasa Garam Madasri memperlihatkan hasil garam yang menggunakan teknologi tunnel geomembrane di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

JAKARTA, investor.id – Pada Rabu (5/2/2025), Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat mengenai pemenuhan bahan pangan khususnya garam untuk kebutuhan Ramadan. Hadir dalam kesempatan itu Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) Sakti Wahyu Trenggono.

Sakti menyampaikan, Indonesia masih perlu impor untuk memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri pada periode Ramadan 1446 Hijriah. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan penyesuaian.

“Ya kita, masih ada untuk kepentingan aneka pangan kan masih butuh. Jadi belum bisa swasembada,” kata Sakti di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (5/2/2025), seperti dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Dalam rapat itu, Sakti juga mengungkapkan bahwa berbagai aspek sektor kelautan turut menjadi pembahasan. Tetapi persediaan pangan jelang Ramadan dan Lebaran jadi fokus utama, sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satu bahan pangan yang jadi pembahasan adalah gula.

Turut hadir dalam rapat tersebut yaitu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sebelumnya Mentan Amran usai rapat dengan Presiden Prabowo pada Selasa (4/2/2025) juga menyinggung kesiapan pangan menjelang bulan Ramadan. Pemerintah memastikan stok beras aman dengan cadangan 2 juta ton di Bulog. “Kami yakin menghadapi bulan suci Ramadan nanti, kami yakin pangan relatif stabil,” demikian ucap Mentan Amran.

Adapun impor garam menjadi sorotan mengingat rencana pemerintah untuk menutup keran impor komoditas tersebut untuk mencapai cita-cita swasembada pangan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas pada Jumat (17/1/2025) menegaskan, pemerintah akan menutup impor empat komoditas, yakni beras, jagung, garam, dan gula meski pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berjalan.

“Tahun ini kita juga tidak impor lagi garam, gula, jagung atau empat komoditas,” ujarnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia