Menteri KKP Lapor Prabowo, Garam Masih Perlu Impor untuk Kebutuhan Ramadan
JAKARTA, investor.id – Pada Rabu (5/2/2025), Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat mengenai pemenuhan bahan pangan khususnya garam untuk kebutuhan Ramadan. Hadir dalam kesempatan itu Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) Sakti Wahyu Trenggono.
Sakti menyampaikan, Indonesia masih perlu impor untuk memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri pada periode Ramadan 1446 Hijriah. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan penyesuaian.
“Ya kita, masih ada untuk kepentingan aneka pangan kan masih butuh. Jadi belum bisa swasembada,” kata Sakti di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (5/2/2025), seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga:
54% Minyak RI Diimpor dari SingapuraDalam rapat itu, Sakti juga mengungkapkan bahwa berbagai aspek sektor kelautan turut menjadi pembahasan. Tetapi persediaan pangan jelang Ramadan dan Lebaran jadi fokus utama, sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satu bahan pangan yang jadi pembahasan adalah gula.
Turut hadir dalam rapat tersebut yaitu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sebelumnya Mentan Amran usai rapat dengan Presiden Prabowo pada Selasa (4/2/2025) juga menyinggung kesiapan pangan menjelang bulan Ramadan. Pemerintah memastikan stok beras aman dengan cadangan 2 juta ton di Bulog. “Kami yakin menghadapi bulan suci Ramadan nanti, kami yakin pangan relatif stabil,” demikian ucap Mentan Amran.
Adapun impor garam menjadi sorotan mengingat rencana pemerintah untuk menutup keran impor komoditas tersebut untuk mencapai cita-cita swasembada pangan.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas pada Jumat (17/1/2025) menegaskan, pemerintah akan menutup impor empat komoditas, yakni beras, jagung, garam, dan gula meski pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berjalan.
“Tahun ini kita juga tidak impor lagi garam, gula, jagung atau empat komoditas,” ujarnya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






